BERITA TERKINI
Kampung Cidarma di Sumedang Dikenal sebagai Sentra Gula Aren Turun-Temurun

Kampung Cidarma di Sumedang Dikenal sebagai Sentra Gula Aren Turun-Temurun

Kampung Cidarma, sebuah kampung di pelosok Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, kerap disebut sebagai kampung gula merah atau gula aren. Sebutan itu muncul karena sebagian besar warga setempat dikenal sebagai perajin gula aren dengan produksi yang telah menjadi warisan turun-temurun.

Lingkungan Kampung Cidarma dikelilingi hutan yang banyak ditumbuhi pohon aren atau kawung. Kondisi tersebut mendukung aktivitas warga yang umumnya memproduksi gula aren.

Gula yang dihasilkan perajin Cidarma disebut memiliki ciri khas dibandingkan gula aren dari daerah lain. Teksturnya dikenal lebih lembut, berwarna kuning kecokelatan, bercita rasa manis, dan dikemas menggunakan daun kelapa kering.

Salah seorang warga, Atang, mengatakan proses pembuatan gula aren biasanya dilakukan di hutan, tidak jauh dari pohon aren. Perajin membuat tungku api sederhana untuk memasak lahang hingga berubah menjadi gula.

Menurutnya, mulai dari memasak lahang sampai mengental dan kemudian dicetak menggunakan cetakan bundar dari kayu, perajin membutuhkan waktu seharian untuk menghasilkan gula siap jual.

Dalam sehari, produksi gula aren disebut bisa mencapai 10 hingga 12 kilogram. Namun, tidak seluruh hasil produksi selalu memiliki kualitas yang sama karena dipengaruhi kondisi dan kualitas aren.

Meski memiliki rasa khas, gula aren Cidarma pernah dijual dengan harga relatif murah. Pada beberapa tahun lalu, gula tersebut dipasarkan sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram, itu pun saat permintaan pembeli sedang tinggi.