BERITA TERKINI
Kabar Corona Picu Cemas dan Panik, Psikolog Sarankan Relaksasi Jari

Kabar Corona Picu Cemas dan Panik, Psikolog Sarankan Relaksasi Jari

Meningkatnya jumlah pasien positif virus corona di Indonesia membuat sebagian warga merasa cemas dan panik. Kondisi ini dapat mengganggu ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu cara sederhana yang disebut dapat membantu meredakan kecemasan adalah relaksasi jari.

Data hingga Sabtu (4/3) mencatat 2.092 orang dinyatakan positif, 150 orang sembuh, dan 191 orang meninggal dunia. Pada saat itu, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif tertinggi di Indonesia. Kabar mengenai peningkatan kasus tersebut kerap memicu munculnya pikiran negatif yang sulit dikendalikan.

Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., menjelaskan bahwa rasa panik dan cemas dapat muncul karena masyarakat menghadapi peristiwa besar yang tidak terduga dan belum siap menghadapi pandemi. Menurutnya, cemas dan panik merupakan respons yang wajar dalam situasi seperti ini, tetapi kecemasan berlebihan dapat berdampak buruk.

Ikhsan mengatakan, kecemasan yang berlebihan bisa memicu overthinking sehingga seseorang makin sulit berpikir jernih. Jika berlangsung terus, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik dalam keseharian.

Untuk membantu meredakan rasa cemas dan panik, Ikhsan menganjurkan relaksasi jari. National Center on Domestic Violence, Trauma & Mental Health mendeskripsikan relaksasi jari sebagai teknik sederhana yang mengombinasikan latihan pernapasan dengan pemijatan pada jari. Teknik ini disebut dapat membantu mengelola emosi dan stres, serta bisa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Ikhsan menjelaskan, tangan memiliki banyak saraf yang tersambung ke otak. Menurutnya, bila saraf-saraf tersebut ditekan, dipijat, dan dibelai dengan teknik relaksasi yang benar, cara ini dapat membantu menurunkan rasa cemas. Ia menambahkan bahwa pemijatan pada ibu jari disebut dapat menurunkan kegelisahan secara signifikan karena ibu jari disebut sebagai titik kegelisahan yang dapat memicu sakit kepala.

Adapun langkah relaksasi jari yang dipublikasikan National Center on Domestic Violence, Trauma & Mental Health adalah sebagai berikut. Pertama, tekan masing-masing jari hingga terasa nyaman. Umumnya, orang dewasa baru merasa lebih tenang setelah 2–5 menit per jari, sementara anak-anak sekitar 30 detik hingga 1 menit. Tekanan tidak perlu terlalu kuat, tetapi tetap terasa.

Kedua, selama menekan jari, tarik napas perlahan agar tubuh lebih relaks. Jika tidak memiliki cukup waktu untuk semua jari, teknik ini dapat dilakukan pada satu atau dua jari saja sesuai kenyamanan.

Ketiga, untuk membantu menenangkan diri, ucapkan atau pikirkan hal-hal positif sambil menarik dan mengembuskan napas.

Keempat, bila pikiran negatif tetap muncul dan membuat kekhawatiran atau kepanikan meningkat, metode ini disarankan untuk dihentikan dan mencari cara alternatif. Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan psikolog klinis dapat menjadi pilihan.