Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Hj Ir Nita Yudi MBA, mendorong pengembangan produk lokal Kalimantan Selatan sebagai bagian dari industri kreatif sekaligus penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dorongan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) IV DPD IWAPI Kalimantan Selatan di Hotel Grand Maya Banjarbaru, Selasa (29/9/2026).
Nita menilai Kalimantan Selatan memiliki beragam potensi yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu yang disorot adalah kain sasirangan, yang menurutnya memiliki peluang besar untuk masuk ke industri fesyen apabila dikembangkan dengan desain yang lebih modern.
“Sasirangan ini bisa kita kembangkan menjadi industri. Motifnya bisa dimodifikasi menjadi fesyen yang menarik,” ujar Nita.
Ia juga mengapresiasi peragaan busana yang menampilkan sasirangan dalam rangkaian Rakorda. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Karena itu, Nita mendorong agar setiap kegiatan IWAPI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produknya. Ia menekankan pentingnya penyediaan gerai UMKM dalam kegiatan-kegiatan IWAPI.
“Kalau ada kegiatan seperti ini, harus disiapkan gerai UMKM. Produk lokal harus ditampilkan dan dipromosikan,” katanya.
Selain fesyen dan kerajinan, Nita menilai kuliner khas daerah juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia mendorong agar makanan khas Kalimantan Selatan lebih sering dihadirkan dalam berbagai kegiatan organisasi sehingga semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Kalau ada acara seperti ini, seharusnya kuliner yang disajikan adalah kuliner khas daerah. Jangan makanan dari luar terus. Makanan lokal juga harus mendapat ruang promosi yang layak,” tegasnya.
Nita menambahkan, promosi produk lokal tidak harus menunggu kegiatan berskala besar. Setiap agenda IWAPI, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai etalase UMKM, baik untuk sasirangan, kerajinan, maupun kuliner.
Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Kalimantan Selatan, Hj Shinta Lakmi Dewi, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM perempuan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menyebut pemerintah, perbankan, rumah sakit, dunia usaha, dan mitra lainnya dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih besar.
“Kenapa kolaborasi? Karena kolaborasi ini penting. Kita harus berkolaborasi dengan pemerintah, perbankan, sampai rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Shinta, perhatian terhadap perempuan pengusaha tidak cukup hanya pada pengembangan usaha dan akses permodalan. Aspek kesehatan juga perlu diperhatikan agar pelaku usaha dapat menjalankan dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
“Pelaku usaha wanita ini harus sehat. Karena itu, kita perlu bekerja sama juga dengan teman-teman dari rumah sakit,” katanya.
Shinta mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, mitra strategis, tenaga ahli, serta berbagai pihak yang mendukung kegiatan IWAPI. Ia menilai sinergi tersebut menjadi kekuatan penting untuk memperluas peluang perempuan pengusaha sekaligus mengembangkan UMKM di Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan itu, Nita berharap jajaran IWAPI terus menjaga marwah organisasi dan menjadikannya sebagai wadah untuk memperkuat perempuan pengusaha serta mendorong pertumbuhan UMKM.