Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong pelestarian seni, budaya, dan kuliner lokal saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) di Graha Pemuda Kabupaten Tangerang, Kamis (01/10/2026).
Dalam acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Karya, Berakar pada Budaya, Menuju Tangerang Semakin Gemilang” itu, Intan menyampaikan apresiasi terhadap DKKT. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat menjaga seni dan budaya lokal sebagai pijakan menuju Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
Intan menekankan pentingnya merawat keberagaman seni budaya di Kabupaten Tangerang agar tetap dikenal generasi muda. Ia menyebut Kabupaten Tangerang sebagai miniatur Indonesia karena beragam suku dan agama hidup berdampingan, sehingga kekayaan seni budayanya pun beragam.
Ia juga menilai pelestarian tidak hanya terbatas pada kesenian tari, pakaian adat, fesyen batik, dan destinasi wisata, tetapi perlu mencakup kuliner tradisional daerah. “Seni dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri suatu daerah. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, sejarah, serta identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain kesenian, kuliner khas Kabupaten Tangerang juga harus terus disosialisasikan dan diperkenalkan kepada anak-anak kita sekarang,” ujar Intan.
Intan mengungkapkan keprihatinannya karena anak-anak saat ini dinilai lebih mengenal jajanan kekinian dibandingkan makanan tradisional. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, ia menilai diperlukan komitmen dan kolaborasi agar seni budaya lokal tetap relevan, termasuk memperkenalkan identitas warna Kabupaten Tangerang, yakni warna ungu, kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Intan meminta sinergi dan kolaborasi antara DKKT dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar), terus ditingkatkan. Ia juga memastikan keterlibatan DKKT dalam berbagai agenda resmi pemerintah daerah, termasuk sosialisasi seni budaya dengan berkeliling ke sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“DKKT harus selalu hadir di acara-acara resmi Kabupaten Tangerang, apalagi ketika ada tamu kenegaraan atau tamu dari daerah lain, agar mereka tahu kekayaan seni budaya Kabupaten Tangerang seperti apa. Saya mengajak generasi muda untuk mencintai seni budaya daerahnya sendiri sebagai sarana mengekspresikan kreativitas dan membangun kebanggaan terhadap identitas Kabupaten Tangerang,” kata Intan.
Sementara itu, Ketua DKKT Aida Hubaidah menyampaikan bahwa selama satu tahun berdiri, DKKT terus berproses untuk membawa nama baik kesenian Kabupaten Tangerang ke tingkat nasional. Ia mengatakan organisasi tersebut telah mendata dan merangkul ratusan sanggar seni yang tersebar di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.
“Satu tahun Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang telah kita lalui, masih merangkak berjalan untuk bagaimana kesenian di Tangerang ini berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Tangerang hingga ke tingkat nasional. Alhamdulillah kita sudah mendata ratusan sanggar se-Kabupaten Tangerang,” ujar Aida.
Aida juga menyampaikan bahwa fasilitas Gedung Kesenian Kabupaten Tangerang disebut akan segera digunakan sebagai pusat aktivitas seniman. Menurutnya, gedung tersebut akan menjadi ruang berekspresi bersama bagi seluruh cabang seni tanpa pembedaan.
“Rumah kita bersama, tidak ada perbedaan dan tidak ada sekat. Di situ ada seni tari, seni tradisi, teater, film, debus, jaipong, semua akan berada di satu gedung yang sama yaitu Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang,” katanya.
Menutup sambutannya, Aida mengajak generasi muda mencintai identitas lokal seperti tari lenggang, tari cokek, debus, dan batik Tangerang. Ia juga menegaskan komitmen DKKT sebagai mitra resmi dan strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Tangerang Semakin Gemilang, berbudaya, dan berdaya saing.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Tangerang adalah bangsa yang besar. Harapan saya ke depan, DKKT bukan hanya menjadi dewan kesenian saja, tetapi menjadi jantung kebudayaan di Kabupaten Tangerang, tempat di mana setiap anak Tangerang bangga menjadi urang Tangerang,” tutupnya.