Honda X-ADV 750 edisi 2026 disebut hadir sebagai salah satu skuter petualangan paling eksklusif di Indonesia. Kabar yang beredar menyebutkan unit terbarunya tergolong langka dan hanya tersedia dalam jumlah sangat terbatas. Kondisi ini membuat motor tersebut menjadi perhatian, terutama bagi pencari kombinasi kenyamanan skuter premium dan kemampuan melibas berbagai medan.
Dari sisi tampilan, X-ADV 750 versi terbaru tampil menonjol dengan balutan warna abu-abu yang memberi kesan elegan sekaligus tegas. Sejumlah unit yang beredar di Indonesia juga disebut sudah mengusung konsep modifikasi “rata kanan” bernuansa premium. Pada bagian depan, terpasang windshield WRS yang dapat diatur ketinggiannya secara manual menyesuaikan kebutuhan pengendara.
Area kaki-kaki turut mendapat sorotan. Suspensi upside down bawaan pabrik dipadukan dengan velg MFZ Racing berwarna black chrome. Pada sektor pengereman, disebut ada peningkatan dengan penggunaan kaliper Brembo GP4-RX di depan dan belakang, serta selang rem Hell. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan kontrol pengereman yang presisi, termasuk saat digunakan dalam kondisi yang menuntut.
Salah satu pembeda utama Honda X-ADV 750 adalah penggunaan teknologi Dual Clutch Transmission (DCT). Berbeda dari skuter matik yang mengandalkan sabuk, DCT mengusung sistem kopling ganda. Pengendara dapat memilih mode otomatis penuh untuk penggunaan harian, atau mode manual melalui tombol shifter di stang kiri. Saat melakukan penurunan gigi (downshift), fitur auto bliper disebut membantu menaikkan putaran mesin agar perpindahan terasa halus dan responsif.
Di bagian performa, motor ini dibekali mesin 750cc yang diklaim menawarkan tenaga besar namun tetap terkendali. Panel instrumen digital menampilkan beragam informasi, mulai dari temperatur udara hingga pilihan Riding Mode. Mode berkendara yang tersedia disebut mencakup Standard untuk pemakaian harian, Sport untuk respons lebih agresif, serta Gravel untuk medan tanah.
Karakter suara juga menjadi salah satu daya tarik yang disorot, terutama karena penggunaan knalpot Termignoni Titanium tipe full system. Dalam kondisi stasioner, suaranya digambarkan halus dan berwibawa. Namun saat gas dibuka lebih dalam, raungannya disebut menggelegar dan kerap diasosiasikan memiliki karakter “rasa Ducati”.

