Peringatan Hari Gizi Nasional dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang sebagai fondasi kualitas sumber daya manusia. Persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan rasa lapar, tetapi juga menyangkut kecukupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan, kecerdasan, dan produktivitas.
Kepala Bidang Mutu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Novita Damayanti, mengatakan masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa makanan bergizi harus mahal. Menurutnya, sumber protein, vitamin, dan mineral dapat diperoleh dari bahan pangan lokal yang mudah dijangkau. Karena itu, edukasi gizi dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan perilaku makan.
“Gizi seimbang itu bukan hanya bicara soal kenyang, tapi bagaimana tubuh mendapatkan zat gizi yang cukup untuk tumbuh, berpikir, dan beraktivitas dengan optimal,” kata Novita dalam program Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Senin, 26 Januari 2026.
Novita menekankan, perbaikan gizi sejak dini berpengaruh besar terhadap kualitas generasi mendatang. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup disebut cenderung memiliki daya tahan tubuh yang baik serta kemampuan belajar yang lebih optimal.
Ia juga menyoroti peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Orang tua diharapkan dapat menjadi teladan dalam memilih dan mengolah makanan bergizi di rumah, sekaligus membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
Selain itu, Novita mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media untuk terus mengampanyekan pentingnya gizi seimbang kepada masyarakat secara berkelanjutan.

