BERITA TERKINI
Harga Sayur di Pasar Nala Kutai Barat Berfluktuasi, Pedagang Batasi Stok Harian

Harga Sayur di Pasar Nala Kutai Barat Berfluktuasi, Pedagang Batasi Stok Harian

KUTAI BARAT – Harga sayuran di Pasar Nala, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi. Kondisi ini membuat pedagang memilih lebih berhati-hati, terutama dalam menentukan jumlah stok agar terhindar dari kerugian.

Salah satu pedagang, Surati, menyebut penurunan harga dipicu pasokan yang dinilai lebih besar dibanding daya serap pasar. Ia mengatakan hasil panen petani lokal yang melimpah membuat persediaan sayuran sulit terserap seluruhnya.

“Barang masuk banyak, tapi pembeli tidak bertambah. Akhirnya harga turun dengan sendirinya,” ujar Surati, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, tekanan harga juga terjadi saat sayuran dari luar daerah masuk pada waktu yang bersamaan. Pasokan tambahan tersebut membuat persaingan harga di tingkat pedagang semakin ketat.

“Kalau dari luar daerah datang di waktu yang sama, stok menumpuk dan mau tidak mau harga kami ikut turun,” katanya.

Situasi itu mendorong Surati mengubah strategi berjualan. Ia kini mengambil sayuran dalam jumlah terbatas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan harian, agar tidak banyak barang tersisa.

“Sekarang ambil secukupnya saja. Yang penting habis di hari itu, supaya tidak banyak sisa,” jelasnya.

Surati menilai langkah tersebut juga penting untuk menjaga kualitas sayuran agar tetap layak jual. Ia menambahkan, penurunan harga di pasar tidak selalu diikuti turunnya harga beli dari pemasok.

“Di pasar memang murah, tapi harga dari pemasok belum tentu ikut turun,” ucapnya.

Pedagang lain, Ella, mengaku merasakan dampak serupa. Ia mengatakan ketidakpastian harga membuat pedagang harus lebih teliti mengatur modal, karena sayuran mudah rusak sementara harga jual sulit dipastikan.

“Kalau ambil terlalu banyak, risikonya besar. Sayur cepat rusak, sementara harganya tidak bisa dipastikan,” tutur Ella.

Ella berharap arus distribusi dapat diatur agar pasokan tidak menumpuk dalam satu waktu. Ia menilai distribusi yang lebih teratur dapat membantu menstabilkan harga sehingga pedagang bisa berjualan dengan lebih tenang.

“Kalau pasokan diatur, kami juga bisa jualan dengan lebih tenang,” katanya.

Surati menambahkan, fluktuasi harga saat ini membuat pedagang kesulitan memperkirakan pendapatan harian. Ia berharap ke depan ada penataan distribusi agar pasokan lebih merata dan harga sayuran di Pasar Nala kembali stabil.