Harga daging ayam broiler di Pasar Pelita dan Pasar Gudang, Kota Sukabumi, mengalami kenaikan pada pertengahan Januari 2026. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi mencatat harga ayam broiler kini berada di kisaran Rp37.000 per kilogram (kg), naik Rp1.000 dari sebelumnya Rp36.000 per kg.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifki, mengatakan kenaikan tersebut terpantau sejak sekitar lima hari terakhir dan hingga Kamis (22/1) belum menunjukkan tren penurunan. “Dari hasil pemantauan kami di lapangan, kenaikan harga daging ayam broiler mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir dan sampai hari ini masih bertahan di level tersebut,” ujarnya.
Rifki menjelaskan, salah satu pemicu kenaikan harga adalah meningkatnya harga karkas ayam. Menurutnya, proses pengolahan ayam hidup menjadi karkas menyebabkan penyusutan bobot, seperti hilangnya bulu dan jeroan, serta adanya tambahan biaya pemotongan dan pengemasan. Kondisi itu membuat harga jual per kilogram menjadi lebih tinggi.
“Ketika ayam sudah dalam bentuk karkas, ada penyusutan berat dan biaya tambahan. Hal itu berdampak langsung terhadap harga jual daging ayam di pasar,” kata Rifki.
Selain faktor karkas, ia menambahkan bahwa dinamika permintaan dan pasokan juga dapat memengaruhi pergerakan harga. Jika permintaan meningkat sementara pasokan menurun, harga komoditas berpotensi terdorong naik.
Diskumindag juga mencatat kenaikan pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kg. Rifki menyebut cuaca sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produksi dan distribusi komoditas hortikultura, sehingga berdampak pada harga.
Di sisi lain, harga cabai merah TW justru turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kg. Penurunan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya pasokan akibat musim panen di sejumlah daerah penghasil.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok penting lainnya terpantau relatif stabil. Harga beras Ciherang Cianjur I dan Ciherang Sukabumi masing-masing Rp14.800 per kg, Ciherang II Rp14.000 per kg, beras premium kelas I Rp14.400 per kg, dan beras medium lokal Rp12.400 per kg. Minyak goreng kemasan di pasar modern tercatat Rp40.200 per dua liter, sedangkan minyak goreng di pasar tradisional sekitar Rp21.000 per liter.
Rifki menambahkan, Minyakita masih bertahan di kisaran Rp17.000 per liter. Komoditas lain seperti bawang merah Jawa Rp40.000 per kg, bawang putih Rp34.000 per kg, daging sapi Rp140.000 per kg, garam halus kemasan 250 gram Rp1.500 per bungkus, serta garam gandu Rp500 per biji juga dilaporkan stabil.
“Kami terus melakukan pengawasan harga dan distribusi secara intensif setiap hari guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar,” pungkas Rifki.

