BERITA TERKINI
Gubernur Sumbar Tekankan Gizi Seimbang untuk Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Sumbar Tekankan Gizi Seimbang untuk Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang dan pola makan sehat sebagai fondasi menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan kualitas gizi sejak dini akan menentukan tingkat kesehatan, produktivitas, dan daya saing masyarakat pada masa mendatang. Ia menilai persoalan gizi masih menjadi tantangan serius di daerah, yang terlihat dari tingginya angka stunting di satu sisi serta meningkatnya kasus obesitas di sisi lain.

“Peringatan Hari Gizi ini mengingatkan kita semua agar lebih peduli terhadap gizi seimbang dan pola makan sehat. Inilah yang akan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045,” ujar Mahyeldi saat peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang digelar Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Sumbar di halaman Kantor Gubernur, Minggu (25/1/2026).

Mahyeldi menegaskan, kesadaran masyarakat tentang makanan bergizi perlu terus ditingkatkan agar berdampak langsung pada kualitas kesehatan dan produktivitas secara berkelanjutan. “Kesadaran masyarakat tentang makanan bergizi harus terus kita tingkatkan. Karena kualitas gizi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap Persagi Sumbar terus menghadirkan program edukasi dan intervensi yang tepat sasaran untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting serta memperbaiki pola konsumsi masyarakat.

Selain itu, Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi program peningkatan gizi di daerah dengan Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah pusat, agar pelaksanaannya benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Program Makan Bergizi Gratis perlu kita sinergikan bersama, sehingga sejalan dengan cita-cita Bapak Presiden dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, upaya peningkatan gizi juga sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Baik yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dengan dunia pendidikan di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota, agar pemenuhan gizi dapat terintegrasi dalam lingkungan sekolah. “Kita berharap upaya pemenuhan gizi ini bisa terintegrasi dengan dunia pendidikan, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD Persagi Sumbar Gusnedi menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat melalui pemenuhan gizi sejak dini, pemanfaatan pangan lokal, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi tantangan gizi. “Pemenuhan gizi sedari dini, itu penting. Makanan sehat tidak mesti yang mahal, itu ada bisa didapati dari pangan lokal,” tegasnya.