BERITA TERKINI
Good Moni di Moni Ende Hadapi Tantangan Pasokan Bahan Baku dan Listrik

Good Moni di Moni Ende Hadapi Tantangan Pasokan Bahan Baku dan Listrik

ENDE, Nusa Tenggara Timur — Pelaku usaha kuliner Good Moni di kawasan Moni, Kabupaten Ende, menghadapi tantangan pasokan bahan baku dan ketersediaan listrik dalam menjaga kualitas produk. Letak geografis yang jauh dari pusat perdagangan membuat pengelolaan bahan pangan menjadi persoalan utama.

Pemilik Good Moni, Min Harjan Toya, mengatakan pasokan bahan makanan tidak selalu mudah diperoleh karena usaha berada di kawasan pedesaan. Dalam obrolan Muda Kreatif RRI pada Selasa, 29 September 2026, ia menyebut perlu pergi ke Ende atau Maumere untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan seperti ikan dan daging.

Selain pasokan bahan baku, pemadaman listrik juga menjadi kendala. Min Harjan Toya menyampaikan pemadaman kerap terjadi, terutama saat musim hujan. Durasi pemadaman bahkan bisa berlangsung dua hingga tiga hari, yang berisiko membuat bahan makanan rusak dan terpaksa dibuang.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Good Moni menerapkan pengelolaan bahan pangan secara ketat sejak tahap penyimpanan hingga pengolahan. Min Harjan Toya menekankan kualitas makanan tidak hanya ditentukan saat hidangan disajikan kepada pelanggan, tetapi juga melalui kebersihan dan penanganan bahan sejak awal.

Di tengah keterbatasan itu, kunjungan wisatawan disebut menjadi penopang penting bagi keberlangsungan usaha. Min Harjan Toya menilai kunjungan wisatawan berdampak sekitar 80 hingga 90 persen bagi usaha kecil di kawasan tersebut, terutama karena wisatawan kerap singgah untuk makan sebelum atau setelah mengunjungi Danau Kelimutu.

Dari sisi menu, Good Moni mempertahankan sajian lokal seperti nasi bambu dan gulai ikan asap, di samping makanan Indonesia, barat, serta menu fusion. Strategi tersebut dinilai membantu menyesuaikan selera wisatawan tanpa meninggalkan identitas kuliner lokal.

Min Harjan Toya menilai berbagai tantangan itu merupakan bagian dari proses membangun usaha. Ia mendorong anak muda untuk tidak takut memulai, belajar dari pengalaman, serta memperdalam pengetahuan dibanding menghabiskan waktu pada aktivitas yang dinilai kurang produktif.

Keberlangsungan Good Moni menggambarkan bahwa UMKM di kawasan wisata tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kemampuan mengelola keterbatasan logistik, menjaga mutu, dan membaca pergerakan kunjungan wisatawan.