BERITA TERKINI
Festival Perahu Naga di Cao Bang: Pasar Ramai, Kue Ketan dan Buah Musiman Jadi Sajian Utama

Festival Perahu Naga di Cao Bang: Pasar Ramai, Kue Ketan dan Buah Musiman Jadi Sajian Utama

Festival Perahu Naga, yang juga dikenal sebagai “Festival Pembasmian Serangga”, merupakan salah satu hari raya tradisional tertua di Vietnam. Dalam kepercayaan rakyat, perayaan ini menjadi momen untuk membersihkan tubuh, memanjatkan doa demi kesehatan dan panen yang melimpah, serta mengenang leluhur. Karena itu, banyak keluarga Vietnam menyiapkan nampan persembahan berisi kue beras ketan (bánh gio/bánh tro), anggur beras, serta buah-buahan musim panas seperti plum, leci, persik, dan semangka.

Di Cao Bang, suasana perayaan terasa sejak pagi buta pada hari ke-5 bulan ke-5 kalender lunar. Sejumlah pasar tradisional tampak lebih ramai dari biasanya. Beragam kebutuhan untuk perayaan dipajang di kios-kios, mulai dari kue beras berwarna kuning keemasan yang dibungkus daun chít atau dong, anggur beras ketan, hingga buah plum, leci, dan aneka buah lainnya.

Ibu Hoang Khanh Van, pemilik usaha kecil di lingkungan Tan Giang, mengatakan permintaan kue beras meningkat tajam saat Festival Perahu Naga. “Pada hari-hari biasa, saya hanya menjual beberapa lusin kue beras, tetapi selama Festival Perahu Naga, jumlah pelanggan meningkat berkali-kali lipat. Banyak keluarga masih mempertahankan kebiasaan membeli kue beras untuk dipersembahkan kepada leluhur mereka dan kemudian menikmatinya bersama. Beberapa orang yang bekerja jauh juga meminta kerabat untuk membelikannya agar tradisi tetap terjaga,” ujarnya.

Para pedagang menilai daya beli masyarakat tahun ini cukup stabil. Selain kue ketan, anggur beras ketan dan buah-buahan musiman juga menjadi pilihan populer untuk melengkapi persembahan bagi leluhur.

Di rumah Ibu Ly Thu Le di lingkungan Thuc Phan, persiapan persembahan dilakukan dengan teliti sejak pagi. Nampan diisi kue ketan, arak beras, dupa, bunga, dan berbagai buah-buahan. Ibu Le menuturkan tradisi ini telah dijalankan keluarganya sejak generasi kakek-nenek. “Sejak zaman kakek-nenek saya, keluarga saya selalu merayakan Festival Perahu Naga setiap tahun. Nampan persembahan tidak perlu mewah, tetapi harus berisi kue ketan dan buah-buahan. Ini adalah kesempatan bagi keturunan untuk mengenang leluhur mereka dan berdoa untuk kesehatan dan kedamaian bagi seluruh keluarga,” katanya.

Tradisi tersebut tidak hanya dipertahankan oleh kalangan lanjut usia. Banyak keluarga muda juga menjalankannya sebagai cara mengenalkan nilai budaya kepada anak-anak. Setelah mempersembahkan dupa, anggota keluarga berkumpul untuk menikmati kue beras ketan yang dicelupkan ke dalam molase, minum anggur beras ketan, dan menyantap aneka buah musim panas.

Di tengah modernisasi dan perubahan sejumlah kebiasaan dari waktu ke waktu, Festival Perahu Naga atau Tet Doan Ngo masih memiliki makna tersendiri bagi warga Cao Bang. Nampan persembahan berisi kue ketan, secangkir anggur beras, dan dupa wangi dipandang bukan sekadar tradisi yang diwariskan lintas generasi, melainkan juga pengikat keluarga yang mengingatkan setiap orang pada akar serta nilai-nilai budaya yang dijaga.