BANDA ACEH — Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch VI Dinas Kesehatan Aceh memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah kabupaten/kota. Pada Selasa, 20 Januari 2026, tim EMT melaksanakan pelayanan terpadu di desa-desa dan titik pengungsian di Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bener Meriah, hingga Gayo Lues.
Pelayanan dilakukan di berbagai lokasi, di antaranya Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu (Pidie Jaya); Dusun Riseh Tunong, Desa Cot Talang, Kecamatan Sawang (Aceh Utara); Desa Bergang, Kecamatan Ketol (Aceh Tengah); Desa Rusip dan Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala (Aceh Tengah); serta Desa Weh Resap, Kecamatan Mesidah (Bener Meriah). Di Aceh Tamiang, layanan menjangkau sejumlah desa termasuk wilayah Kota Kuala Simpang, Sekerak, dan Mekar Jaya. Tim juga menembus pedalaman Pining untuk melayani warga di Desa Pepelah dan Desa Pining, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Rangkaian layanan EMT mencakup pemeriksaan dan pengobatan, pemberian obat-obatan, skrining gizi balita melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA), pelayanan home care, serta pemantauan kesehatan lingkungan. Tim juga memberikan makanan tambahan (PMT) bagi balita, edukasi pemberian ASI eksklusif, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan anak.
Selain layanan medis, tim menjalankan kegiatan promotif dan preventif melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya konsumsi gizi seimbang, kesehatan lingkungan, serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Penyuluhan disampaikan secara langsung maupun melalui media edukatif, seperti permainan ular tangga kesehatan, media “isi piringku”, hingga praktik enam langkah cuci tangan pakai sabun. Edukasi kesehatan gigi dan mulut, THT, serta bahaya merokok juga menjadi bagian dari layanan.
Upaya kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan dilakukan melalui pembagian plastik sampah, penaburan bubuk abate pada genangan air dan saluran warga, serta penggunaan insektisida pembasmi lalat di area pengungsian dan rumah warga. Masyarakat turut diedukasi agar menggunakan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit pascabencana.
Dalam aspek kesehatan jiwa, tim memberikan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) serta trauma healing, khususnya bagi anak-anak, melalui permainan edukatif dan aktivitas interaktif.
Dinas Kesehatan Aceh menyebut keberadaan EMT Terpadu Batch VI sebagai bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak bencana. Kegiatan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan dinas kesehatan kabupaten dan puskesmas untuk menjaga keberlanjutan layanan.
Di Kabupaten Gayo Lues, dua tim EMT yang diterjunkan pada 20 Januari 2026 melayani warga di Desa Pepelah dan Desa Pining, Kecamatan Pining. Tim II EMT Gayo Lues melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Pepelah dengan total 64 pasien rawat jalan, terdiri atas delapan balita dan 56 pasien berusia di atas lima tahun. Satu ibu hamil turut mendapatkan pelayanan. Tim juga melakukan skrining gizi melalui pengukuran LiLA pada delapan balita usia 24–69 bulan.
Sementara itu, Tim I EMT Gayo Lues memberikan pelayanan di Desa Pining dengan total 50 pasien. Dari jumlah tersebut, lima pasien merupakan balita dan satu pasien adalah ibu hamil. Tim juga mencatat satu ibu menyusui yang memperoleh layanan. Kegiatan gizi dilakukan melalui skrining LiLA pada balita.
Dari sisi kesehatan lingkungan, kedua desa dilaporkan menghadapi kondisi pascabencana yang berat. Akses jalan menuju lokasi pelayanan terputus dan hanya dapat dilalui melalui jalur alternatif. Listrik dan sinyal komunikasi belum tersedia, sementara air bersih masih dapat diakses meski di beberapa lokasi berwarna keruh.
Berdasarkan hasil pelayanan di dua lokasi tersebut, tim mencatat kasus penyakit menular yang didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Di Desa Pepelah tercatat 31 kasus ISPA, sedangkan di Desa Pining ditemukan lima kasus. Tim juga menangani sejumlah penyakit tidak menular, di antaranya hipertensi, gastritis, rematik, febris, dermatitis, hingga gangguan metabolik.

