Petugas gabungan mulai membersihkan material longsor yang menimbun gudang penyimpanan air minum kemasan milik CV Sumber Berkat Anugerah di Dusun Cigendel, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Untuk mempercepat penanganan di lokasi, satu unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan penggunaan alat berat dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Selain pembersihan material longsoran dan bangunan gudang yang ambruk, tim juga melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi potensi risiko lanjutan.
“Sejak hari ini alat berat sudah kami operasikan. Bersamaan dengan itu, kami memasang cerucuk bambu dan terpal sebagai upaya pengamanan area agar proses pembersihan berjalan aman,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, metode kerja telah dibahas dan disepakati bersama tim gabungan yang terlibat. Arahan teknis juga disampaikan kepada operator alat berat agar pelaksanaan di lapangan sesuai prosedur keselamatan.
“Sistem dan cara bertindak telah disepakati oleh tim gabungan, dan diinformasikan kepada operator alat berat,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Pamulihan Iptu Tri Sunu menyampaikan kepolisian bergerak ke lokasi setelah menerima laporan longsor di area pabrik air minum kemasan tersebut. Meski listrik sempat padam, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Kami segera melakukan sterilisasi lokasi, memasang garis polisi. Serta berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan aliran listrik benar-benar aman agar tidak membahayakan petugas,” kata Tri Sunu.
Ia menambahkan, polisi bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk ke bagian atas lereng yang memiliki aliran air cukup deras. Penanganan awal difokuskan pada pemasangan terpal, penguatan sementara menggunakan bambu, serta pembersihan material longsor yang menimbun gudang dan pohon tumbang.
Tri Sunu menyebut area yang terdampak merupakan ruang produksi dan ruang kantor administrasi perusahaan. Hingga kini, tim gabungan masih berada di lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan aman.

