Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menilai persoalan gizi kronis masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani pemerintah. Menurutnya, upaya penanganan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar hasilnya lebih efektif.
Lucy juga menyoroti risiko infeksi berulang pada ibu hamil yang kerap tidak disadari dan dapat berdampak pada kesehatan anak yang dilahirkan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan pencegahan, salah satunya melalui pemenuhan asupan makanan bergizi.
Dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lakarsantri, Surabaya, Rabu, 18 Februari 2026, Lucy menyebut program tersebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk menangani kekurangan gizi demi mewujudkan generasi yang sehat dan unggul.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat mulia. Kalau kita lihat, ini adalah niat baik untuk pemerataan dan mendongkrak gizi anak-anak bangsa. Kita ingin tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan gizi,” ujar Lucy dalam keterangan tertulis.
Lucy mengapresiasi capaian Surabaya dalam penanganan gizi yang dinilainya sudah berjalan sangat baik dan perlu dipertahankan. Ia berharap keberlanjutan program dapat memberikan dampak nyata di tingkat lingkungan, termasuk melalui berdirinya SPPG di wilayah sekitar yang dinilai berpotensi memberdayakan masyarakat.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan sekolah menjadi salah satu kunci keberhasilan program agar implementasi MBG berjalan optimal tanpa menimbulkan beban bagi pihak sekolah.
Program MBG menyasar peserta didik dari tingkat TK hingga SMA, termasuk santri dan siswa sekolah luar biasa. Selain itu, program ini juga mencakup kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut disebut sejalan dengan agenda penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Lucy menyatakan DPR RI memiliki peran dalam fungsi pengawasan dan penganggaran, mulai dari menyetujui anggaran, memberikan rekomendasi, hingga mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi, ia berharap masyarakat semakin memahami urgensi pemenuhan gizi serta turut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

