BERITA TERKINI
Dosen UBB Perkuat Inovasi Pangan Lokal dan Pelatihan Bahasa Inggris bagi Remaja Belitung

Dosen UBB Perkuat Inovasi Pangan Lokal dan Pelatihan Bahasa Inggris bagi Remaja Belitung

Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) mendorong generasi muda Belitung mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tingkat universitas.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Remaja Belitung melalui Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal dan Literasi Global dalam Mendukung Destinasi Wisata Internasional” dilaksanakan di Belitung. Program ini diketuai Dr. M. Afifulloh, M.Hum. bersama tim, dengan menggandeng Pokdarwis Gen-Z Desa Tanjung Binga sebagai mitra. Kegiatan juga melibatkan pokdarwis dan komunitas terkait guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pengenalan potensi pangan lokal Belitung, terutama kepiting sebagai komoditas protein unggulan Kabupaten Belitung serta ubi sebagai alternatif pangan yang dapat dikembangkan melalui diversifikasi berbasis sumber daya lokal.

Potensi tersebut kemudian diperkenalkan melalui inovasi kuliner KUBI (Kepiting Ubi). Produk ini menjadi contoh pengolahan bahan pangan lokal menjadi kuliner inovatif yang dinilai memiliki nilai tambah dan berpeluang dikembangkan sebagai produk berdaya saing.

Selain fokus pada pangan dan inovasi kuliner, peserta juga mendapatkan pelatihan Bahasa Inggris untuk kebutuhan pariwisata, khususnya dalam memperkenalkan makanan dan produk pangan lokal kepada wisatawan mancanegara. Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan kosakata dan ungkapan untuk menjelaskan bahan makanan, cita rasa, proses pengolahan, keunikan, hingga nilai budaya di balik makanan lokal Belitung.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat literasi global generasi muda agar tidak hanya memahami potensi kuliner daerah, tetapi juga mampu mengkomunikasikannya kepada pengunjung dari berbagai latar belakang. Kemampuan berbahasa Inggris diharapkan mendukung interaksi yang lebih baik antara pelaku wisata lokal dan wisatawan internasional.

Dalam konteks pengembangan pariwisata, pangan lokal dipandang tidak semata sebagai komoditas, melainkan bagian dari identitas budaya dan pengalaman wisata. Kuliner khas daerah dinilai dapat menjadi media untuk memperkenalkan karakter serta kekayaan budaya Belitung kepada wisatawan.

Keterlibatan Pokdarwis Gen-Z Desa Tanjung Binga disebut menjadi bagian strategis karena para peserta berada dalam ekosistem pariwisata dan berpotensi menjadi penghubung antara potensi lokal dan kebutuhan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Kegiatan ini disusun bersama tim pengabdian yang mencakup dr. Rosalin Ma’ruf, Sp.PD, Sofa Prihandayani Nasution, M.A, dan Riskayadi, M.Hum, serta melibatkan mitra dan narasumber. Melalui integrasi edukasi gizi, inovasi pangan lokal, dan pelatihan Bahasa Inggris, program tersebut diharapkan memperkuat kapasitas generasi muda dalam mengembangkan dan memperkenalkan potensi lokal Belitung.

Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan identitas dan branding Belitung sebagai destinasi wisata yang memiliki kekayaan pangan, budaya, serta sumber daya masyarakat yang dapat dikenalkan di tingkat global.

Kegiatan yang terlaksana pada Jumat, 25 September 2026 itu disebut sebagai salah satu bentuk kontribusi UBB dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara inovatif. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pokdarwis, komunitas, dan generasi muda diharapkan terus berkembang untuk mendukung pariwisata Belitung berbasis kekuatan dan identitas lokal.