Tim dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM kuliner lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen akademisi dalam mendukung pemenuhan regulasi jaminan produk halal.
Program pendampingan tersebut menyasar UMKM Serabi Solo Eco Tenan, usaha kuliner tradisional yang memproduksi serabi dengan varian rasa original, keju, cokelat, pisang, dan nangka. Usaha mikro ini memiliki tiga tenaga kerja, dengan rumah produksi di kawasan Teluk Bayur serta lokasi penjualan aktif di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Kegiatan berlangsung selama delapan bulan, sejak April hingga Oktober 2026. Program diketuai Drs. Fadloli, S.Ag., M.Pd.I., dan didukung tim lintas disiplin, yakni Dr. Shohib Muslim, S.H., M.Hum., M.M., Abdul Chalim, S.Ag., M.Pd., Rofiq Hamzah, S.Pd.I., M.Pd., Muh Syamsul Arifin, S.Pd.I., M.Pd., serta Lina Budiarti, S.E., M.M. Pendanaan program berasal dari skema Dana DIPA Reguler Politeknik Negeri Malang.
Fadloli menjelaskan, serabi solo merupakan makanan tradisional yang digemari masyarakat, dengan mayoritas konsumen beragama Islam. Namun, sebagaimana banyak usaha mikro pada tahap awal, mitra masih menghadapi keterbatasan literasi terkait alur birokrasi dan aspek administratif dalam regulasi halal.
“Bahan baku utama serabi seperti tepung, gula, dan kelapa sebenarnya secara substantif merupakan bahan pangan halal. Masalahnya, tanpa adanya jaminan tertulis berupa sertifikat resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), ada ruang keraguan bagi konsumen. Itulah mengapa pendampingan end-to-end ini krusial untuk memperkuat consumer trust dan daya saing pasar,” ujar Fadloli dalam keterangannya di Malang, Selasa (06/10/2026).
Pendampingan dijalankan secara partisipatif dengan melibatkan pemilik dan pekerja UMKM. Tim dosen Polinema tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga mendampingi secara langsung melalui pendekatan learning by doing.
Rangkaian kegiatan dimulai dari sosialisasi regulasi, pemetaan titik kritis kehalalan bahan, hingga penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Program ini juga mencakup intervensi teknologi tepat guna non-digital, berupa penyediaan fasilitas penunjang higienitas operasional dapur. Mitra mendapatkan pelatihan penerapan standar kebersihan, pemisahan ruang penyimpanan bahan baku, serta penggunaan perlengkapan kerja higienis untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Setelah melalui verifikasi teknis dan validasi data, Sertifikat Halal resmi dari BPJPH untuk Serabi Solo Eco Tenan dinyatakan telah terbit. Pemilik usaha menyebut adanya dampak langsung pascaprogram, terutama meningkatnya kenyamanan masyarakat saat membeli produk di Pasar Bunulrejo, sekaligus mendorong pengelolaan usaha yang lebih rapi, sehat, dan profesional.
Keberhasilan pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi pada UMKM pangan lainnya di Kota Malang guna mendukung ekosistem kuliner daerah yang aman dan berdaya saing.