BERITA TERKINI
Dosen Farmasi Unismuh Makassar Ingatkan Bahaya Klaim Berlebihan pada Produk Kosmetik

Dosen Farmasi Unismuh Makassar Ingatkan Bahaya Klaim Berlebihan pada Produk Kosmetik

Seorang dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ainun, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berisiko serta promosi dengan klaim berlebihan (overclaim). Ia menilai janji hasil instan patut dicurigai karena bisa berkaitan dengan pemakaian bahan keras yang seharusnya berada di bawah pengawasan medis.

Ainun menjelaskan, merkuri bersifat toksik dan dapat menyebabkan iritasi berat, kerusakan ginjal, gangguan saraf, serta membahayakan janin. Sementara itu, hidrokuinon jika digunakan sembarangan atau dalam jangka panjang berpotensi memicu iritasi dan hiperpigmentasi kulit menghitam (ochronosis), sehingga tidak dianjurkan digunakan tanpa resep dokter.

Ia juga menyoroti asam retinoat (tretinoin) yang termasuk obat keras. Pemakaian tanpa pengawasan dapat menimbulkan iritasi berat, menipiskan kulit, meningkatkan fotosensitivitas, serta berisiko bagi ibu hamil maupun menyusui.

Selain itu, penggunaan kortikosteroid tanpa indikasi dinilai dapat memicu ketergantungan kulit, jerawat steroid, kulit menipis, pembuluh darah melebar, hingga gangguan hormonal sistemik. Ainun turut mengingatkan risiko antibiotik seperti klindamisin yang dapat memicu resistensi antibiotik bila digunakan tidak tepat.

Terkait overclaim, Ainun menyebut sejumlah indikator yang perlu diwaspadai, seperti janji kulit putih dan kinclong permanen dalam 3–7 hari, jerawat hilang tanpa bekas dalam sekali pemakaian, atau klaim bahwa produk aman untuk semua orang termasuk ibu hamil dan menyusui. Menurutnya, promosi semacam ini kerap diperkuat oleh testimoni yang berlebihan.

Ainun menilai hasil instan dapat berdampak pada kondisi kulit dalam jangka panjang. Dampak yang mungkin terjadi antara lain kulit menjadi sensitif, bergantung, dan mengalami kerusakan. “Masalah kulit juga dapat bertambah parah setelah pemakaian dihentikan,” ujarnya.