Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor pariwisata, kuliner, dan jasa penginapan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dispar Kukar memperkuat promosi digital melalui media sosial guna memperluas jangkauan informasi sekaligus menarik minat pengunjung menjelajahi destinasi di Tenggarong dan sekitarnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan media sosial menjadi salah satu sarana promosi yang dioptimalkan agar informasi pariwisata dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan efektif. Menurutnya, MTQ yang melibatkan peserta dari 10 kabupaten/kota membuka peluang peningkatan kunjungan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Ia menilai, selain peserta, kedatangan keluarga dan masyarakat yang ingin menyaksikan perlombaan turut berpotensi menambah jumlah pengunjung dan menggerakkan aktivitas usaha lokal. “Pada saat MTQ, kita bisa menyebutnya sebagai wisata religi. Ada peserta dari 10 kabupaten/kota yang datang ke Kukar. Belum lagi keluarga dan orang tua peserta yang ingin menyaksikan anak-anaknya berlomba. Ini menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata kita,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Untuk mendukung kebutuhan pengunjung, Dispar Kukar menyiapkan konten informasi mengenai akomodasi dan penginapan di Tenggarong dan sekitarnya. Informasi tersebut akan disebarluaskan melalui media sosial sebagai referensi bagi masyarakat yang berencana hadir langsung. Konten promosi mencakup nama hotel atau penginapan, jumlah kamar, alamat, nomor kontak, hingga informasi harga agar calon pengunjung lebih mudah menentukan pilihan sebelum datang.
Selain akomodasi, Dispar Kukar juga akan mempromosikan beragam pilihan kuliner. Informasi yang disajikan meliputi makanan khas Kutai, tempat makan, lokasi nongkrong, hingga tempat menikmati kopi di Tenggarong dan sekitarnya. Ivan menyebut promosi ini turut diarahkan untuk memperkenalkan usaha kuliner yang dapat mendukung sektor pariwisata, dengan data seperti nama usaha, lokasi, serta kontak yang dapat dihubungi.
Dispar Kukar menilai upaya tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan promosi. Dengan informasi yang mudah diakses, pengunjung diharapkan mengenal lebih banyak pilihan kuliner lokal sehingga berpotensi meningkatkan transaksi dan pendapatan pelaku usaha.
Promosi digital juga akan memuat informasi objek wisata di Tenggarong dan wilayah sekitarnya. Sejumlah destinasi yang disebut dapat menjadi pilihan pengunjung antara lain Taman Gubang, Taman Seri, dan Ladaya. Informasi ini diharapkan menjadi referensi bagi peserta MTQ, keluarga, maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu kunjungan untuk berwisata.
Melalui penguatan promosi di media sosial, Dispar Kukar berharap informasi mengenai penginapan, kuliner, dan destinasi wisata dapat diakses dengan mudah oleh calon pengunjung. Menurut Ivan, strategi ini menjadi bagian dari pemasaran pariwisata yang menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran sekaligus memanfaatkan momentum MTQ untuk memperkenalkan potensi daerah dan mendorong perputaran ekonomi lokal.