Selama masa swakarantina atau karantina di rumah dalam pembatasan fisik, banyak orang tua, terutama ibu, kembali lebih sering menyiapkan makanan untuk keluarga. Meski layanan pesan-antar makanan tersedia, memasak sendiri dinilai dapat menjadi pilihan agar pengeluaran lebih terkontrol, terutama ketika belum diketahui sampai kapan kebijakan karantina di rumah akan berlangsung.
Memasak di rumah juga bisa menjadi aktivitas bersama keluarga. Anak dapat diajak membantu di dapur, sekaligus mengenalkan kebiasaan makan yang lebih teratur. Selain itu, terdapat banyak pilihan menu dengan teknik memasak sederhana dan bahan yang mudah diperoleh, namun tetap lezat dan bernutrisi. Berbagai resep semacam itu juga dapat ditemukan melalui internet.
Untuk mendukung kebijakan karantina di rumah, situs Dapur Umami meluncurkan program Menu Sehat Lezat #DirumahAja sebagai referensi menu harian. Rekomendasi menu ini disiapkan untuk periode hingga 14 hari ke depan.
Consumer Food and Seasoning Department Manager Ajinomoto Indonesia, Yani Herlyani, menyatakan bahwa menu yang disajikan merupakan rekomendasi dari ahli gizi dengan mempertimbangkan perhitungan kebutuhan gizi harian. Menurut dia, perhatian diberikan pada pemenuhan protein hewani dan nabati yang melengkapi kebutuhan asam amino dalam tubuh agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Yani menambahkan, rekomendasi menu akan berbeda setiap hari agar keluarga tidak bosan dan tetap bersemangat menikmati variasi hidangan. Dalam setiap set menu juga dicantumkan kandungan gizi total per hari, sehingga orang tua dapat memastikan menu yang disarankan sesuai dengan kebutuhan gizi harian.