MADINAH — Aroma masakan khas Indonesia seperti bumbu Bali, rendang, balado, hingga opor tercium kuat dari dapur katering jemaah haji di Madinah. Di tengah dominasi cita rasa Timur Tengah, dapur Astoneast for Catering menghadirkan menu bercita rasa Nusantara bagi ribuan jemaah yang menggantungkan kebutuhan konsumsi hariannya.
Astoneast menjadi salah satu syarikah atau perusahaan vendor penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Dapur tersebut dikelola Rosidah Handayani, warga negara Indonesia, yang berupaya menjaga rasa masakan tetap sesuai lidah jemaah tanpa mengabaikan standar kelayakan makanan.
Rosidah menyebut bumbu utama didatangkan dari Indonesia, lalu dipadukan dengan rempah segar yang tersedia di Madinah. “Kami dapat bumbu dari nusantara, tapi kami tambah bumbu fresh, rempah-rempah dari sini. Kami mix biar tambah mantap,” ujar Rosidah, Senin (26/4/2026).
Selain bahan baku, tenaga kerja juga didatangkan dari Tanah Air. Dari total 150 karyawan dapur, sebanyak 50 orang merupakan tenaga kerja asal Indonesia yang direkrut khusus untuk menjaga cita rasa masakan. “Dapur kami pekerjanya di atas 50 orang. Chef-nya kita datangkan dari Indonesia,” kata Rosidah.
Rosidah menjelaskan kemitraannya dengan Aston telah berjalan sejak 2023. Pada musim haji tahun ini, dapur Astoneast mendapat kuota memasak hingga ribuan porsi makanan. Produksi harian saat ini mencapai sekitar 1.300 porsi. “Sampai hari ini, kami produksi 1.300-an porsi,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas, bahan-bahan segar diperoleh dari pasar di kawasan Bagalajawah, Madinah. Di dapur tersebut, salah satu juru masak adalah Chef Yusuf asal Sukabumi. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan bekerja di lingkungan dapur internasional. “Suka-dukanya dapat pengalaman lebih banyak, membantu penghasilan juga,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, keamanan pangan menjadi prioritas. Yusuf mengatakan pengawasan dilakukan ketat sebelum makanan dikirim. “Ada dokter yang mengawasi, untuk makanan, sebelum dikirim ada tes tekstur, tes rasa, hingga tes kehigienisan,” katanya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia. Menu disesuaikan agar lebih mudah dikonsumsi, seperti bubur ayam dengan daging disuwir dan tanpa tulang. “Untuk lansia, kami siapkan bubur ayam, ayamnya disuwir, tidak pakai tulang,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, sebelum musim haji dimulai seluruh tim dapur mengikuti pelatihan khusus terkait penanganan makanan bagi jemaah haji. “Setiap tahun ada pendidikan khusus sebelum eksekusi (pelaksanaan di Madinah),” katanya.
Dengan menghadirkan menu bercita rasa Nusantara dan dukungan tenaga kerja dari Indonesia, dapur Astoneast menjadi salah satu titik yang menghadirkan rasa masakan rumahan bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji di Madinah.