Ragam minuman kekinian terus berubah mengikuti selera masyarakat. Salah satu yang belakangan banyak menarik perhatian adalah blue matcha, minuman berwarna biru yang kerap muncul di media sosial karena tampilannya yang berbeda dari minuman pada umumnya.
Blue matcha kini banyak ditemui di kafe dan kedai minuman dengan beragam variasi penyajian. Ada yang disajikan dengan campuran susu, ada pula yang dibuat sebagai minuman dingin tanpa pemanis berlebih. Warna birunya yang mencolok membuat minuman ini mudah dikenali dan dinilai menarik secara visual.
Berbeda dari matcha hijau yang berasal dari daun teh, blue matcha dibuat dari bubuk bunga telang atau Clitoria ternatea. Tanaman ini sudah lama dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk makanan dan minuman, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu keunikan blue matcha terletak pada sifat warnanya. Saat dicampur dengan bahan tertentu yang bersifat asam, warna biru dapat berubah menjadi keunguan. Perubahan ini kerap dimanfaatkan sebagai daya tarik visual dalam penyajian.
Dari sisi kandungan, blue matcha dikenal tidak mengandung kafein sehingga cocok bagi masyarakat yang ingin menghindari minuman berkafein. Rasa yang dihasilkan pun relatif ringan dengan aroma floral yang lembut.
Karakter rasa tersebut membuat blue matcha mudah dipadukan dengan berbagai bahan tambahan, seperti susu, madu, atau perasan buah. Fleksibilitas ini turut mendorong minuman tersebut cepat diterima dan berkembang menjadi tren.
Kemunculan blue matcha menunjukkan bahwa tren minuman tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga oleh tampilan dan pengalaman visual. Selama media sosial masih menjadi ruang utama berbagi konten, inovasi minuman seperti blue matcha diperkirakan akan terus bermunculan.

