Archipelago Hotels menghadirkan program kuliner Archipelago Korean Street Food Festival - 60 Seconds to Seoul di Yogyakarta pada Selasa (12/5). Program ini menjadi bagian dari Archipelago Global Flavours Series, kampanye kuliner yang menampilkan ragam street food khas dari berbagai negara, dengan Korea sebagai tema pada edisi kali ini.
Festival tersebut juga disebut sebagai offline event kedua yang diselenggarakan Archipelago Hotels. Konsep yang diusung menekankan penyajian cepat, cita rasa yang diklaim otentik, serta interaksi langsung melalui sesi live cooking yang terinspirasi dari dinamika budaya kuliner Seoul.
CEO Archipelago Hotels John Flood mengatakan kegiatan ini digelar di Royal Malioboro dan melibatkan kolaborasi dengan sepuluh properti Archipelago Hotels di Yogyakarta dan Solo. Menurutnya, konsep pop-up kuliner ini ditujukan untuk menghadirkan semarak budaya street food Seoul bagi para tamu sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman kuliner dan hospitality.
Live cooking menjadi salah satu daya tarik utama festival. Seluruh hidangan disajikan dalam waktu singkat melalui konsep memasak langsung, sehingga pengunjung dapat melihat proses pembuatan menu secara interaktif.
Beragam menu khas Korea disajikan, mulai dari tteokbokki, Korean fried chicken, Korean BBQ, hingga berbagai hidangan berbasis kimchi. Selain itu, tersedia pula menu fusion seperti Korean burger, corndog mozzarella, dakgangjeong, dan kimchi fried rice yang disiapkan oleh para chef dari berbagai unit Archipelago Hotels.
Lebih dari delapan stall live cooking turut berpartisipasi dengan menu yang berbeda-beda. Pilihannya mencakup street snack seperti odeng, dakkochi, dan twigim, hingga hidangan utama seperti galbitang, jjampong, dan Korean grilled beef.
Festival ini juga menghadirkan pilihan minuman khas Korea, serta aneka dessert seperti mango sago pudding, tiramisu, raspberry mousse, dan berbagai pastry serta tart premium. Sejumlah sajian dengan sentuhan lokal turut disediakan, antara lain es teler dan es cendol nangka. Salah satu menu yang disebut tengah populer, Butter Tteok, juga dihadirkan.
Acara diselenggarakan di Royal Malioboro. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi karena dinilai memiliki ekosistem kreatif yang kuat, komunitas yang aktif, serta minat tinggi terhadap penyelenggaraan event berbasis budaya dan lifestyle. Selain itu, keterlibatan unit Archipelago Hotels di Yogyakarta dan Solo dilakukan untuk menjangkau audiens yang lebih luas di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

