BERITA TERKINI
707 Siswa dan Guru di Semarang Diduga Keracunan Makanan MBG, BGN Sebut Bumbu Rendang dan Daun Singkong Jadi Dugaan Awal

707 Siswa dan Guru di Semarang Diduga Keracunan Makanan MBG, BGN Sebut Bumbu Rendang dan Daun Singkong Jadi Dugaan Awal

SEMARANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan awal penyebab insiden keamanan pangan yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara mengarah pada sejumlah bahan makanan, termasuk bumbu rendang dan daun singkong, serta proses memasak yang diduga dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan. Ia menyampaikan hal itu setelah menjenguk para korban di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum pada Sabtu (1/8/2026).

Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlah korban dalam peristiwa pada Jumat (31/7/2026) mencapai 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang. Sebagian besar korban mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare.

“Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya,” ujar Sudaryono, Minggu (2/8/2026).

Ia menambahkan, proses pemeriksaan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja untuk memperoleh hasil laboratorium. “Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal,” katanya.

Sudaryono juga menyebut jumlah korban yang terdampak mencapai sekitar 700 orang, dengan keluhan utama mual dan gangguan pencernaan. Dari jumlah itu, 13 orang dilaporkan menjalani perawatan inap di rumah sakit maupun puskesmas. Ia menyatakan kondisi para korban yang dijenguknya berangsur membaik.

Sementara itu, Pemberi Informasi dan Pelayanan Pengaduan (PIPP) RS Permata Medika Semarang, Bayu Widhiasmara, mengatakan rumah sakitnya menerima dua pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Satu pasien menjalani rawat jalan dan satu pasien lainnya menjalani rawat inap.

Bayu menjelaskan, gejala tidak langsung muncul sesaat setelah makanan dikonsumsi. Keluhan baru dirasakan beberapa jam kemudian. Pasien yang dirawat inap berinisial D mengalami mual dan muntah yang tidak berhenti sehingga perlu observasi di rumah sakit.

Menurut Bayu, saat pasien pertama datang, penyebab keracunan belum diketahui. Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG baru diketahui setelah keluarga memberikan informasi. Ia juga menyebut pembiayaan perawatan semula tidak dijamin BPJS karena merupakan kasus keracunan, namun kemudian dialihkan oleh BGN. Pasien yang masih dirawat inap pada Minggu disebut sudah diperbolehkan pulang.