BERITA TERKINI
18 Chef Kembangkan Menu Modern dari Inspirasi Kuliner Nusantara

18 Chef Kembangkan Menu Modern dari Inspirasi Kuliner Nusantara

Sebanyak 18 chef mengeksplorasi ragam kuliner Nusantara dan membawa pulang temuan mereka untuk dikembangkan menjadi menu baru di restoran masing-masing. Pendekatan ini dilakukan dengan menjadikan pengalaman perjalanan sebagai referensi, lalu menyesuaikannya dengan karakter restoran serta preferensi konsumen.

Salah satu peserta perjalanan tersebut, Chef Freddie Salim dari SILK Bistro, mengatakan pengalaman selama Culinary Trip memberinya perspektif baru tentang kemungkinan pengembangan kuliner Indonesia. Dari perjalanan itu, SILK Bistro kemudian menyusun Future Menu Collaboration bertema Homage to Home yang berisi Tahu Telur, Sate Srepeh, Beef Garang Asem, dan Ayam Bakar Kelopo.

Freddie menjelaskan, kreasi tersebut terinspirasi dari sajian rumahan klasik khas Jawa Tengah. Menurutnya, elemen utama dari hidangan tradisional tetap dipertahankan, sementara penyajian dan interpretasinya disesuaikan dengan pendekatan restoran agar lebih relevan bagi konsumen masa kini. “Terinspirasi dari sajian rumahan klasik khas Jawa Tengah yang saya temui di perjalanan, SILK Bistro mengembangkan Future Menu Collaboration bertema Homage to Home. Kami tetap mempertahankan elemen-elemen ‘wajib’ dari semua hidangan autentik ini, tetapi kemudian menginterpretasikan dan menyajikannya secara lebih modern agar terasa exciting dan relevan bagi konsumen modern,” ujar Freddie.

Selain SILK Bistro, sejumlah restoran mitra UFS juga mengembangkan menu berdasarkan inspirasi kuliner lokal. Di antaranya Sate Kerbau Lilit dan Es Dawet Bango dari Dailah Sajian Kontemporer, Ikan Dasun Tuturuga dari Mata Karanjang, Sate Gurita Serapah dari Umatis, serta Pipi Sapi Sambal Tongkol dari BEER HALL.

Menu Future Menu Collaboration lainnya juga tersedia hingga November 2026 di berbagai restoran mitra, antara lain Serra Serri, GIOI, Akasta, Paras Nusantara, Bumi Aki Signature, TAMU, About All Day, Bakerzin, Brother Chang, Cork & Screw, Esa Restaurant, Kayu Manis, Mitte, Salira, Sate Khas Senayan, Semaja, The Bowery, dan Tide & Table.

Di luar pengembangan menu, UFS juga merangkum temuan dan inspirasi dari perjalanan tersebut dalam bentuk e-Magazine Inspirasi Rasa Nusantara. Materi ini disiapkan sebagai referensi bagi pelaku industri kuliner yang ingin mengeksplorasi kembali bahan, teknik, serta kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Raditya menyebut eksplorasi terhadap kuliner lokal dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan kemungkinan baru dalam pengembangan menu. “Melalui Future Menu 2026, kami ingin mendorong lebih banyak pelaku industri untuk berani mengeksplorasi kekayaan kuliner Indonesia dan menerjemahkannya secara relevan bagi konsumen masa kini. Karena semakin dalam kita memahami akarnya, semakin luas ruang kita untuk berinovasi,” ujar Raditya.

Melalui pendekatan tersebut, Future Menu 2026 menempatkan kuliner tradisional tidak hanya sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan menu yang mengikuti perubahan preferensi konsumen.