DENPASAR — Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses wawancara kerja tengah menjadi tren viral di TikTok. Sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka menjalani wawancara dengan AI, dengan respons yang beragam, mulai dari penilaian positif hingga keluhan negatif.
Fenomena tersebut memicu diskusi luas mengenai arah masa depan dunia kerja dan proses rekrutmen. Seiring meningkatnya perhatian publik, perdebatan muncul tentang sejauh mana AI akan mengambil peran dalam seleksi karyawan.
Sejumlah ahli menilai AI berpotensi meningkatkan efisiensi dan mengurangi bias dalam proses seleksi. Namun, ada pula catatan kritis terkait kemungkinan kekurangan, seperti minimnya sentuhan manusia dalam interaksi wawancara serta risiko kesalahan algoritma.
Pengguna TikTok yang mengaku telah mencoba wawancara berbasis AI juga menyampaikan pengalaman berbeda-beda. Sebagian merasa prosesnya lebih objektif, sementara yang lain mengaku kurang nyaman karena tidak adanya interaksi langsung dengan pewawancara manusia.