BERITA TERKINI
Warga Binaan Lapas Yogyakarta Ikuti Pelatihan Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair

Warga Binaan Lapas Yogyakarta Ikuti Pelatihan Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair

YOGYAKARTA — Sebanyak sembilan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta mengikuti pelatihan pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik cair, Rabu (7/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sekaligus mengenalkan pengelolaan limbah yang bermanfaat bagi lingkungan.

Pelatihan digelar di Sarana Asimilasi Rekreasi dan Edukasi (SARE) Lapas Yogyakarta melalui kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Selain warga binaan, kegiatan tersebut juga diikuti tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani magang di Lapas Yogyakarta.

Kepala Lapas Yogyakarta Marjiyanto menyatakan, pemanfaatan limbah menjadi salah satu upaya mengembangkan pembinaan yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan.

“Pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik cair memberikan nilai dari bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Kegiatan seperti ini kami dorong agar pembinaan di Lapas juga dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan,” kata Marjiyanto.

Dalam pelatihan tersebut, tim Fakultas Pertanian UST Yogyakarta menyampaikan materi teknik pengolahan limbah dapur dan mendampingi praktik pembuatan pupuk organik cair. Peserta mempelajari tahapan pengolahan bahan sisa menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Yogyakarta Ibnu Sina Nurisqiawan menilai praktik langsung memberi kesempatan kepada warga binaan untuk memahami proses pengolahan limbah sekaligus mengembangkan keterampilan yang bisa diterapkan.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dipraktikkan. Sisa bahan dapur yang selama ini tidak lagi dimanfaatkan ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, keterampilan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan praktis warga binaan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat terus dikembangkan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.

Sementara itu, keikutsertaan mahasiswa UAD disebut menjadi pengalaman belajar untuk memahami pelaksanaan pembinaan di lembaga pemasyarakatan, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

Pelatihan pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik cair juga memperkenalkan cara memanfaatkan bahan sisa secara produktif. Kegiatan ini diharapkan mendukung pengembangan keterampilan warga binaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.