Usulan Presiden Prabowo untuk mengganti telur ayam dengan telur puyuh dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan pertanyaan di tengah publik: apakah telur puyuh dapat menjadi pengganti yang setara dari sisi gizi?
Secara umum, telur puyuh dan telur ayam sama-sama dikenal sebagai sumber protein hewani. Namun, perbandingan nilai gizi keduanya tidak bisa disimpulkan hanya dari jenisnya, melainkan perlu melihat porsi konsumsi dan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Dokter menjelaskan bahwa penilaian “lebih baik” atau “lebih oke” dari sisi nutrisi bergantung pada komposisi yang dibutuhkan, termasuk kecukupan protein, lemak, dan zat gizi lain yang ingin dipenuhi dari menu MBG. Karena ukuran telur puyuh lebih kecil dibanding telur ayam, jumlah yang dikonsumsi juga menjadi faktor penting agar asupan gizi tetap memadai.
Dengan demikian, penggantian telur ayam dengan telur puyuh pada menu MBG perlu mempertimbangkan kesetaraan porsi dan target pemenuhan gizi. Penjelasan dokter menekankan bahwa yang utama bukan hanya jenis telurnya, tetapi bagaimana pengaturan jumlah dan komposisi menu agar kebutuhan gizi tetap tercapai.