BERITA TERKINI
Unicef Papua Perkuat Layanan Kesehatan dan Gizi di Sekolah Jayapura Lewat Pelatihan Guru

Unicef Papua Perkuat Layanan Kesehatan dan Gizi di Sekolah Jayapura Lewat Pelatihan Guru

Unicef Papua memperkuat implementasi layanan kesehatan dan gizi di lingkungan sekolah melalui workshop dan pelatihan penguatan layanan gizi di sekolah-sekolah champion di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua.

Nutrition Officer Unicef Tanah Papua Dwi Kristanto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan keterampilan dan pemahaman para guru di satuan pendidikan dalam menjalankan layanan gizi di sekolah. Ia menyebut penguatan ini juga berkaitan dengan program prioritas nasional, yakni cek kesehatan gratis yang dapat dilaksanakan pada tahun ajaran baru.

Menurut Dwi, kegiatan yang didukung oleh China International Development Cooperation Agency (CIDCA) ini merupakan bagian dari rangkaian program yang telah berjalan, mulai dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga edukasi gizi. Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan layanan kesehatan dan layanan gizi dapat terlaksana dengan baik di lingkungan sekolah.

“Kami ingin baik sekolah maupun madrasah mewujudkan sekolah maupun madrasah memahami layanan gizi, sehingga ke depan dapat terwujud sekolah sehat,” kata Dwi.

Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat ketidaksinkronan antara sekolah dan puskesmas terkait layanan kesehatan dan gizi. Kondisi ini dinilai perlu dipadukan agar layanan kesehatan dan gizi dapat berjalan lebih optimal.

Dwi juga menyoroti bahwa selama ini layanan kesehatan dan pendidikan kerap berjalan secara sektoral. Melalui kegiatan penguatan tersebut, guru diharapkan semakin menyadari pentingnya layanan gizi dan kesehatan di sekolah, selain kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan MBG.

Sementara itu, Guru SD Negeri Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Melinda Latupono, menilai pemahaman mengenai layanan kesehatan dan gizi penting agar sekolah dapat mengontrol kondisi anak selama berada di lingkungan sekolah.

Ia menambahkan bahwa kualitas gizi anak perlu diperhatikan karena makanan dapat memengaruhi perkembangan anak. Menurutnya, perhatian terhadap gizi menjadi tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua siswa.