University of Technology Sydney (UTS), Australia, mengagendakan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membahas perluasan kolaborasi pendidikan lintas negara. Pertemuan berlangsung pada Rabu (21/1) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dijalin sejak 2024.
Perluasan kolaborasi ini diarahkan pada langkah konkret pengembangan program pengajaran serta pelaksanaan Penelitian Kolaboratif Program Doktor di sejumlah fakultas. UTS disebut menargetkan penguatan jejaring dengan FK-KMK, Fakultas Farmasi, Fakultas Geografi, FMIPA, hingga FIB UGM.
Dalam informasi yang disampaikan, UTS merupakan universitas penelitian publik yang berdiri sejak 1998. Berdasarkan QS World University Rankings 2026, UTS berada di peringkat 96 dunia dan konsisten menempati posisi atas dalam kategori kampus muda di Australia. UTS juga dikenal berfokus pada kajian bidang industri serta keunggulan teknologi inovasi.
Sebelumnya, UTS telah menjalankan Kolaborasi Penelitian Program Doktor dengan Fakultas Teknik UGM untuk periode 2024–2029. Selain itu, kedua pihak juga memiliki Perjanjian Kerjasama Program dengan Fakultas Biologi untuk periode 2025–2030.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menyambut pertemuan tersebut. Pertemuan turut dihadiri perwakilan bidang kerja sama dari fakultas terkait. Ke depan, kedua institusi membuka peluang berbagai program, mulai dari pertukaran pelajar, magang, kolaborasi dan pendanaan riset, dengan penekanan pada topik STEM untuk menjawab tantangan global dan krisis lingkungan.
Dari pihak UTS, pertemuan dihadiri jajaran pimpinan, antara lain Wakil Rektor Bidang Riset Pascasarjana, Dekan Fakultas Teknik, serta Wakil Dekan Bidang Kerjasama dari beberapa fakultas. Wakil Rektor Bidang Riset Pascasarjana UTS, Prof. Penny Martens, menyampaikan antusiasme untuk melanjutkan kerja sama yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.
“Saya kira penting bagi kita untuk mengembangkan kolaborasi untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa dan anak muda yang memiliki semangat belajar dan rasa ingin mencoba yang sangat tinggi. Semangat ini juga selaras dengan wajah masing-masing universitas dengan reputasi yang sangat baik,” ujar Penny.
Penny menambahkan, sebagai universitas yang menyelaraskan tujuan pendidikan dengan nilai-nilai keberlanjutan, UTS berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program dan inovasi yang membantu masyarakat lebih persisten menghadapi dinamika global. Kerja sama tersebut disebut menjadi bukti dukungan kedua universitas terhadap tercapainya pembangunan berkelanjutan.

