BERITA TERKINI
Tren Viral Makan Pot Tanah Liat di TikTok, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Gangguan Pica

Tren Viral Makan Pot Tanah Liat di TikTok, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Gangguan Pica

Fenomena kuliner ekstrem kembali ramai di media sosial. Kali ini, sejumlah pengguna TikTok menyoroti tren mengonsumsi pot kecil berbahan tanah liat yang dijadikan camilan.

Dalam berbagai unggahan, beberapa kreator konten terlihat memakan pot tanah liat yang diberi perasan jeruk nipis serta aneka bumbu. Penyajian tersebut membuat pot tampak seperti makanan ringan renyah pada umumnya, meski sebenarnya bukan bahan yang layak dikonsumsi manusia.

Tren ini diduga mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi makan pot tanah liat beredar luas dan menjadi viral, lalu diikuti pengguna lain yang penasaran untuk mencoba hal serupa.

Sosok yang disebut-sebut memicu tren tersebut adalah Janeth Herrera. Ia mengaku memiliki keinginan untuk mengonsumsi tanah sejak masa kehamilannya. Dalam salah satu videonya, Janeth menyapa penonton dengan kalimat, “Mari makan camilan malam,” sebelum memperlihatkan dirinya menyantap pot tanah liat berukuran kecil.

Berdasarkan video yang diunggah, pot tanah liat yang dimakan berukuran sekitar 5 cm, berwarna cokelat gelap, dan disajikan dengan taburan paprika serta serbuk jeruk nipis untuk menambah cita rasa. Tampilan itu membuatnya menyerupai camilan, meski bahan dasarnya tetap berupa tanah liat.

Menanggapi tren tersebut, ahli gizi Amy Shapiro mengingatkan bahwa dorongan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan dikenal dalam dunia medis sebagai gangguan pica. Menurutnya, pica kerap menjadi indikator adanya masalah nutrisi tertentu dalam tubuh.

“Keinginan mencicipi benda non makanan seperti tanah liat dikenal sebagai pica, terkadang terkait dengan kekurangan zat besi atau nutrisi lain, terutama selama kehamilan,” kata Shapiro.

Shapiro menegaskan bahwa meski tanah liat dapat mengandung mineral tertentu, bahan tersebut bukan sumber nutrisi yang dapat diproses dengan baik oleh metabolisme manusia.