BERITA TERKINI
Tren Ubi Cream Cheese Viral, Sehat atau Perlu Dibatasi?

Tren Ubi Cream Cheese Viral, Sehat atau Perlu Dibatasi?

Ubi cream cheese tengah menjadi tren kuliner viral di media sosial dan pusat perbelanjaan. Perpaduan ubi Cilembu panggang dengan isian cream cheese yang lembut dan gurih membuat banyak orang penasaran. Di sejumlah toko, antrean pembeli bahkan dilaporkan mengular hingga ada yang rela menunggu berjam-jam demi mencicipi camilan tersebut.

Di balik rasa manis dan teksturnya yang creamy, muncul pertanyaan: apakah ubi cream cheese bisa dianggap camilan sehat, atau justru sebaiknya dibatasi?

Dari sisi bahan utama, ubi termasuk sumber karbohidrat yang dinilai cukup baik. Ubi Cilembu yang sering digunakan dalam tren ini dikenal memiliki rasa manis alami setelah dipanggang. Dibandingkan camilan manis berbahan tepung dengan gula tinggi, ubi mengandung serat, vitamin A, vitamin C, serta antioksidan seperti beta karoten, terutama pada ubi berwarna oranye.

Ubi juga memiliki indeks glikemik (IG) yang relatif lebih rendah dibanding banyak camilan manis olahan. Nilai IG ubi rebus umumnya berada di kisaran 44–61, tergantung jenis dan cara pengolahan. Dengan IG yang lebih rendah, pelepasan gula ke dalam darah cenderung lebih bertahap dibanding makanan ber-IG tinggi seperti roti putih atau kue manis.

Kandungan serat pada ubi membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga energi dilepas lebih stabil dan rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Ubi Cilembu juga mengandung kalium yang cukup tinggi, mineral yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi otot, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, terutama ketika asupan garam harian cukup tinggi.

Temuan dalam jurnal Metabolites tahun 2024 juga menyebut umbi-umbian seperti ubi memiliki senyawa bioaktif yang berperan dalam menjaga kesehatan metabolik dan mendukung kesehatan usus, salah satunya karena kandungan seratnya.

Sementara itu, penambahan cream cheese memberi rasa gurih sekaligus tekstur yang lebih lembut. Dari sisi gizi, cream cheese juga dapat membantu melengkapi ubi yang secara alami rendah protein. Kombinasi keduanya membuat camilan ini tidak hanya berisi karbohidrat, tetapi juga mendapat tambahan protein meski jumlahnya tidak terlalu tinggi.

Cream cheese juga mengandung kalsium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi otot dan saraf. Dalam takaran sekitar 30 gram, cream cheese disebut memiliki energi sekitar 70 kkal, dengan lemak 2,8 gram, protein 3,4 gram, dan karbohidrat sekitar 1 gram. Namun kandungan ini dapat berbeda tergantung jenis, merek, dan takaran yang digunakan. Jika ditambah topping lain seperti mozzarella, jumlah kalorinya berpotensi meningkat.

Jika digabungkan, ubi cream cheese disebut memiliki total energi sekitar 256 kkal, dengan protein 5,4 gram, karbohidrat 45,3 gram, dan lemak sekitar 3 gram. Sebagai camilan, angka ini masih tergolong normal, terutama bagi individu dengan kebutuhan energi harian sekitar 2.500 kkal.

Namun, kandungan kalori ubi cream cheese bisa meningkat jauh apabila ditambah bahan lain seperti gula pasir, gula aren, susu kental manis, atau topping pemanis lainnya. Dalam kondisi tersebut, ubi cream cheese dapat berubah menjadi camilan tinggi kalori dengan kandungan gula lebih besar.

Jika dikonsumsi terlalu sering atau berlebihan, asupan energi harian berisiko melampaui kebutuhan, yang dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, dan gangguan metabolik.