Media sosial TikTok kembali diramaikan oleh tren baru bertajuk “at least”, yang muncul setelah tren “izin” sebelumnya viral. Tren ini berkembang menjadi semacam permainan sindir-sindiran yang banyak dimainkan antar teman maupun pasangan.
Berbeda dari tren sebelumnya, “at least” dibawakan dengan gaya santai, tetapi kerap memuat pesan tersirat. Dalam video, pengguna biasanya tampil berdua atau berkelompok, lalu saling melontarkan kalimat yang diawali dengan “at least” atau “seenggaknya”.
Kalimat yang diucapkan umumnya berupa sindiran halus, kritik bernada lucu, hingga ungkapan kekesalan yang selama ini dipendam. Meski demikian, penyampaiannya dibuat seperti candaan agar tidak terkesan terlalu serius.
Beberapa contoh yang sering muncul antara lain, “At least aku nggak ngilang pas lagi dibutuhin” atau “At least aku selalu ngabarin”. Kalimat seperti ini kerap memancing reaksi spontan dari lawan main, menciptakan momen yang dianggap relevan dan menghibur bagi penonton.
Tren “at least” juga kerap disebut sebagai game komunikasi. Pesertanya ditantang membalas sindiran dengan kalimat serupa tanpa memicu konflik. Semakin cerdas dan “nyentil” balasan yang diberikan, semakin menarik pula konten tersebut di mata warganet.
Salah satu pengguna TikTok menyebut tren ini menjadi cara yang terasa aman untuk menyampaikan unek-unek. “Kadang ada hal yang nggak enak diomongin secara langsung. Lewat tren ‘at least’, jadi kayak bercanda tapi pesannya nyampe,” ujarnya dalam salah satu unggahan yang viral.
Fenomena ini banyak dimainkan oleh pasangan muda dan lingkar pertemanan Gen Z, yang dikenal gemar mengekspresikan emosi lewat humor dan kode-kode tertentu. Sejumlah video berakhir dengan tawa, namun ada juga yang justru memunculkan keheningan, seolah menandakan sindiran tersebut tepat sasaran.
Secara umum, tren “at least” mencerminkan gaya komunikasi generasi muda yang semakin kreatif, sekaligus menunjukkan kecenderungan pasif-agresif. Media sosial pun menjadi ruang untuk menyampaikan kritik tanpa harus berhadapan langsung, sehingga konflik bisa diminimalkan meski pesan tetap tersampaikan.