BERITA TERKINI
Tren Seks Berisiko Viral di Media Sosial: dari Sleepover Date hingga Body Count

Tren Seks Berisiko Viral di Media Sosial: dari Sleepover Date hingga Body Count

Sejumlah tren terkait perilaku seksual berisiko belakangan ramai diperbincangkan dan diviralkan di media sosial. Di antara yang mencuat adalah istilah “sleepover date” hingga “body count”, yang kerap muncul dalam unggahan, komentar, maupun konten video pendek.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat membentuk percakapan publik mengenai relasi dan seksualitas. Namun, viralnya istilah-istilah tersebut juga memunculkan perhatian karena berpotensi mendorong normalisasi perilaku yang dianggap berisiko, terutama ketika dibahas tanpa konteks yang memadai.

“Sleepover date” dan “body count” menjadi contoh istilah yang kini lebih sering digunakan dalam percakapan warganet. Keduanya kerap dipakai untuk menggambarkan dinamika kencan dan penilaian terhadap pengalaman seksual seseorang.

Meski demikian, pembahasan yang berkembang di ruang digital sering kali berlangsung secara serampangan, menimbulkan salah paham, stigma, atau tekanan sosial. Karena itu, diskusi mengenai tren semacam ini memerlukan kehati-hatian, termasuk pemahaman yang lebih utuh tentang risiko, batasan, dan persetujuan dalam relasi.

Viralnya tren tersebut juga memperlihatkan bagaimana perubahan bahasa dan budaya populer di internet dapat memengaruhi cara orang memandang hubungan interpersonal. Di tengah arus konten yang cepat, pengguna media sosial diimbau lebih kritis dalam menyerap informasi dan tidak menormalisasi perilaku berisiko hanya karena sedang menjadi tren.