BERITA TERKINI
Tren Milk Bun Thailand Ramai di Indonesia, Psikolog Jelaskan Alasan Orang Mudah Ikut Viral

Tren Milk Bun Thailand Ramai di Indonesia, Psikolog Jelaskan Alasan Orang Mudah Ikut Viral

Kudapan roti manis “milk bun” asal Thailand belakangan ramai menarik perhatian warga Indonesia. Rasa penasaran membuat sebagian orang rela mengantre di toko roti yang menyediakan menu tersebut, sementara yang lain memilih memesan melalui jasa titip dari pelancong yang sedang berada di Thailand.

Fenomena antrean panjang saat tren kuliner muncul bukan hal baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, antrean serupa juga terjadi ketika ada gerai makanan yang sedang “hits” atau baru dibuka. Tren viral pun tidak hanya terjadi pada makanan, tetapi juga pada hal lain, seperti permainan latto-latto yang sempat digandrungi banyak orang.

Terkait kecenderungan orang mengikuti sesuatu yang sedang viral, psikolog dan dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Fadjri Kirana Anggarani, SPsi, mengaitkannya dengan bandwagon effect. Ia menjelaskan, paparan media sosial terhadap sesuatu yang sedang viral dapat memengaruhi seseorang hingga muncul rasa penasaran dan dorongan untuk ikut mencoba.

Menurut Fadjri, paparan atau exposure ini membuat perilaku ikut-ikutan lebih mudah terjadi karena beberapa faktor. Pertama, adanya konformitas. “Siapa pemeran dalam exposure tersebut akan mempengaruhi kita mau ikut-ikutan atau tidak,” kata Fadjri, dikutip dari laman resmi UNS.

Faktor lain adalah pengaruh interpersonal, misalnya ketika seseorang mengikuti tren karena bujukan orang lain. Selain itu, ada pula pengaruh dari diri sendiri, seperti Fear of Missing Out (FOMO) yang memunculkan perasaan ketinggalan jika tidak ikut tren. Dorongan ini juga bisa dipicu rasa ingin tahu (curiosity) terhadap sesuatu yang ramai dibicarakan karena paparan di media sosial.