Linimasa media sosial belakangan diramaikan tren bertema kencan yang berujung “batal” dengan alasan yang terdengar tragis, tetapi disampaikan secara lucu. Tren ini dikenal dengan istilah date cancelled, sebuah meme viral ketika pengguna membagikan alasan mengapa janji temu atau pendekatan dengan seseorang mendadak dihentikan.
Istilah tersebut ramai di platform seperti X (Twitter), Threads, dan TikTok. Tren ini mulanya populer di luar negeri, lalu menyebar ke Indonesia dengan berbagai konteks lokal yang membuat banyak orang merasa relevan. Bukan semata soal kencan yang benar-benar dibatalkan, melainkan cara ringan untuk mengekspresikan hal-hal yang dianggap mengganggu (pet peeves) atau menjadi batas tegas (dealbreaker) saat masa pendekatan.
Secara umum, formatnya sederhana: “Date cancelled. [alasan].” Format ini dipakai untuk menceritakan pengalaman atau preferensi dalam berkencan, mulai dari hal kecil yang memicu ilfeel hingga persoalan yang dianggap prinsipil.
Sejumlah contoh yang beredar menampilkan alasan yang memancing diskusi warganet. Ada yang menyoroti kebiasaan mengetik, misalnya: “Date cancelled. Dia pakai huruf kapital di setiap awal kata padahal bukan lagi nulis skripsi.” Ada pula yang menyinggung selera hiburan: “Date cancelled. Pas ditanya suka Star Wars enggak, dia malah jawab enggak suka film horor.” Contoh lain menekankan etika: “Date cancelled. Dia kasar banget sama abang ojol pas pesen makan.”
Tren ini juga sempat diikuti akun merek. Salah satu contoh yang ramai dibicarakan adalah unggahan bertema serupa dari Chipotle, “Date cancelled. Mereka makan pakai garpu besi,” yang kemudian menuai respons warganet karena dinilai mengubah suasana meme yang awalnya organik.
Di Threads, sebagian pengguna memanfaatkan fitur hidden text agar alasan baru terlihat setelah diklik. Cara ini membuat unggahan terasa lebih interaktif dan memancing rasa penasaran pembaca.
Meski banyak berisi candaan, date cancelled tidak selalu berhenti pada hal receh. Sejumlah unggahan menggunakan format yang sama untuk menyoroti isu yang lebih serius, seperti sikap terhadap kesehatan mental atau pandangan merendahkan perempuan. Contoh yang muncul antara lain: “Date cancelled. Dia nganggep kesehatan mental itu cuma buang-buang duit,” serta “Date cancelled. Dia masih memandang rendah perempuan.”
Di Indonesia, alasan yang diangkat kerap dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari yang dianggap khas, misalnya batal karena si gebetan tidak tahu singkatan mal di Jakarta, atau karena gaya membalas pesan yang terlalu singkat dan terkesan cuek.
Tren ini memperlihatkan bahwa standar orang dalam mencari pasangan bisa sangat beragam dan spesifik. Sekalipun tampak sepele, meme date cancelled memberi gambaran tentang hal-hal yang dinilai penting—atau mengganggu—oleh banyak pengguna media sosial, terutama generasi muda, dalam membangun relasi.

