KEDIRI — Media sosial kian ramai dengan tren kesehatan yang diklaim mampu meningkatkan energi, menjaga kesehatan mental, hingga menurunkan berat badan secara instan. Namun, tren seperti sole water, minum baking soda, dan gut health tidak semuanya memiliki dasar ilmiah yang kuat atau aman dilakukan tanpa pemahaman yang tepat.
Sejumlah tren memang berangkat dari konsep kesehatan yang benar, tetapi sebagian lainnya dinilai lebih banyak didorong popularitas dan narasi “natural” atau “detoks” yang terdengar meyakinkan. Karena itu, masyarakat disarankan menilai ulang klaim yang beredar sebelum mengikuti praktik kesehatan yang viral.
Sole water dan risiko konsumsi air garam
Tren minum air garam di pagi hari populer di kalangan wellness influencer. Sole water merujuk pada air yang dijenuhkan sepenuhnya dengan garam alami, umumnya garam Himalaya merah muda. Minuman ini kerap disebut sebagai “minuman elektrolit alami” yang diklaim kaya mineral esensial.
Beragam klaim dilekatkan pada sole water, mulai dari membantu hidrasi, detoksifikasi, hingga meningkatkan energi. Namun, tubuh sebenarnya sudah memiliki sistem alami untuk mengatur cairan dan membuang zat sisa melalui ginjal. Konsumsi garam berlebihan justru dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta memperberat kerja ginjal.
Sejumlah ahli medis menilai klaim manfaat besar sole water belum didukung penelitian klinis yang kuat. Pada sebagian orang, asupan garam mendadak di pagi hari juga dapat memicu gangguan pencernaan atau kembung. Karena itu, tren ini dinilai perlu diwaspadai.
Baking soda: ada kegunaan medis, tetapi bukan untuk konsumsi bebas
Tren lain yang sempat viral adalah minum larutan baking soda atau natrium bikarbonat. Di media sosial, larutan ini diklaim bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, baik bagi kesehatan ginjal, hingga membantu menjaga pH tubuh untuk kesehatan jangka panjang. Ada pula klaim bahwa baking soda dapat meningkatkan performa olahraga dan memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis.
Dalam praktik medis, natrium bikarbonat memang kadang digunakan sementara untuk meredakan maag atau asam lambung. Di dunia olahraga, sebagian atlet memanfaatkannya untuk menunda kelelahan otot, tetapi dengan dosis terukur dan pengawasan.
Meski memiliki kegunaan tertentu, baking soda tidak dianjurkan diminum sembarangan setiap hari. Kandungan natriumnya tinggi dan dapat memicu kenaikan tekanan darah, gangguan lambung, hingga risiko alkalosis metabolik atau kondisi ketika pH tubuh menjadi terlalu basa.
Gut health dinilai lebih kuat secara ilmiah
Di antara tren yang ramai dibicarakan, gut health disebut sebagai topik yang relatif lebih sejalan dengan perkembangan riset kesehatan. Tren ini menguat seiring meningkatnya perhatian terhadap hubungan usus dan otak yang saling terkait, sehingga usus kerap disebut sebagai “otak kedua”.
Fokus gut health antara lain pada konsumsi makanan fermentasi, prebiotik, serta kampanye makanan fermentasi lokal seperti tape dan tempoyak. Sejumlah penelitian menunjukkan mikrobioma usus berperan penting dalam pencernaan, imunitas, bahkan kesehatan mental.
Meski demikian, tidak semua produk fermentasi yang beredar di pasaran otomatis efektif. Namun secara umum, tren gut health dinilai lebih aman untuk dicoba karena memiliki dasar ilmiah yang lebih jelas dibanding tren lain yang mengandalkan klaim “detoks” tanpa bukti kuat.
Kembali ke pola hidup seimbang
Tren kesehatan dapat menjadi pintu masuk untuk menjalani hidup lebih sehat, tetapi viralitas tidak selalu berbanding lurus dengan keamanan dan efektivitas. Karena itu, pendekatan yang dianggap paling aman adalah kembali pada prinsip dasar: pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, serta manajemen stres.

