BERITA TERKINI
Tren Kabinet Dapur 2026 Bergeser ke Desain yang Lebih Tenang dan Praktis

Tren Kabinet Dapur 2026 Bergeser ke Desain yang Lebih Tenang dan Praktis

Dapur kian berperan sebagai pusat aktivitas rumah, bukan semata ruang untuk memasak. Banyak keluarga kini menggunakan dapur untuk makan, mengerjakan pekerjaan ringan, hingga berkumpul bersama. Perubahan fungsi ini membuat desain dapur yang nyaman dan mudah dirawat menjadi kebutuhan utama.

Memasuki 2026, sejumlah desainer interior melihat pergeseran preferensi pada kabinet dapur. Arah desain tidak lagi berfokus pada tampilan yang selalu terlihat sempurna, melainkan pada fungsi dan ketenangan visual yang mendukung kegiatan sehari-hari. “Memasuki 2026, dapur tidak lagi dirancang untuk selalu terlihat sempurna, tetapi untuk benar-benar mendukung kehidupan sehari-hari,” ujar Marika Meyer, desainer interior dan pendiri studio desain.

Salah satu tren yang mulai ditinggalkan adalah kabinet berpintu kaca. Meski sempat populer karena dinilai elegan, penggunaan sehari-hari justru sering merepotkan karena isi kabinet terlihat jelas, termasuk perbedaan warna atau bentuk peralatan makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan kesan berantakan meski dapur sebenarnya bersih. Selain itu, noda minyak, sidik jari, dan debu lebih mudah terlihat sehingga perawatannya cenderung lebih intens dibanding kabinet tertutup.

Sebagai gantinya, kabinet buram atau tertutup sebagian dinilai lebih membantu menciptakan suasana dapur yang rapi dan menenangkan. Nina Lichtenstein, pendiri perusahaan desain rumah kustom, menilai ruang dengan terlalu banyak elemen terbuka dapat meningkatkan kelelahan mental. Karena itu, tampilan dapur yang lebih bersih secara visual dianggap membuat penghuni rumah lebih nyaman, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di dapur sepanjang hari.

Finishing mengkilap juga mulai kehilangan peminat. Walau terlihat mewah, permukaan mengilap mudah memperlihatkan sidik jari, goresan, dan noda kecil. Dalam penggunaan jangka panjang, dapur dapat terasa seperti ruang pamer, bukan ruang hidup. Alternatif yang banyak disarankan adalah finishing matte, satin, atau material kayu alami yang dinilai lebih hangat secara visual serta lebih tahan untuk penggunaan harian karena tidak cepat terlihat kotor.

Tren lain yang dinilai kurang praktis untuk dapur aktif adalah rak terbuka. Rak jenis ini sempat digemari karena memberi kesan ringan dan luas, namun mudah berdebu dan memerlukan perawatan rutin agar tetap rapi. Untuk dapur yang sering digunakan, penyimpanan tertutup dianggap lebih efisien karena mampu menampung lebih banyak barang tanpa mengorbankan tampilan keseluruhan.

Sementara itu, kabinet serba putih yang dulu identik dengan dapur modern juga mulai dinilai terlalu dingin dan monoton. Warna putih tidak sepenuhnya ditinggalkan, tetapi penggunaannya yang berlebihan dianggap kurang memberi karakter. Tren desain saat ini lebih menekankan kehangatan dan kepribadian ruang, misalnya melalui kombinasi warna netral hangat, elemen kayu, serta kontras lembut agar dapur terasa lebih hidup dan tetap nyaman.

Perubahan mengikuti tren tidak selalu menuntut renovasi besar. Beberapa langkah sederhana seperti mengganti pintu kabinet kaca menjadi buram, memilih finishing yang lebih lembut, atau menambahkan aksen kayu dapat memberi perubahan yang terasa signifikan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desain modern yang menempatkan kenyamanan pengguna sebagai prioritas, bukan sekadar tampilan visual.

Secara umum, tren kabinet dapur 2026 menunjukkan pergeseran ke desain yang lebih praktis dan menenangkan. Kabinet kaca, finishing mengkilap, rak terbuka, serta penggunaan warna putih polos yang berlebihan mulai ditinggalkan karena dinilai kurang selaras dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Dapur yang dinilai ideal bukan yang selalu terlihat sempurna, melainkan yang mudah dirawat, nyaman digunakan, dan mampu mengikuti ritme kehidupan penghuninya.