Tren jajanan kekinian yang kian viral di media sosial membuat banyak orang, khususnya generasi muda, tertarik mencoba makanan dan minuman dengan tampilan menarik serta ragam rasa. Namun, masyarakat diingatkan untuk tetap bijak dalam mengonsumsi jajanan modern agar tidak berdampak pada kesehatan.
Imbauan tersebut disampaikan Tenaga Nutrisionis Putu Indah Gita Pramesti, S.Tr.Gz, dalam Dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Gita, jajanan saat ini mengalami banyak perubahan dibanding jajanan tradisional, terutama dari sisi tambahan topping serta kandungan gula yang semakin tinggi. Ia mencontohkan perubahan pada martabak yang kini memiliki beragam topping dibanding sebelumnya.
“Masyarakat boleh mencoba jajanan viral, tetapi tidak berlebihan karena kandungan gula, garam, dan lemak tetap harus dibatasi,” ujar Gita dalam dialog tersebut.
Ia menjelaskan, banyak jajanan kekinian memang dirancang dengan cita rasa manis dan gurih agar diminati. Namun, konsumsi yang terlalu sering dinilai dapat memicu masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga penyakit degeneratif.
Selain memperhatikan kandungan makanan, Gita juga meminta masyarakat lebih cermat memilih tempat membeli jajanan. Kebersihan lokasi berjualan dan proses pengolahan, menurutnya, perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kuman dan penyakit.
“Kalau tempat jualannya tidak bersih, itu rawan menimbulkan kuman dan penyakit. Jadi masyarakat harus menjadi konsumen yang lebih cerdas sebelum membeli makanan,” kata Gita.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, memperbanyak minum air putih, serta rutin melakukan aktivitas fisik.
Gita menilai menikmati tren makanan tetap diperbolehkan, tetapi perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi tubuh.