BERITA TERKINI
Tren Imlek di China: Draco Malfoy jadi simbol hoki, boneka “kuda depresi” ikut viral jelang Tahun Kuda

Tren Imlek di China: Draco Malfoy jadi simbol hoki, boneka “kuda depresi” ikut viral jelang Tahun Kuda

Sejumlah tren tak terduga ikut mewarnai suasana menjelang libur Tahun Baru Imlek di China. Karakter Draco Malfoy dari seri Harry Potter, boneka kuda dengan ekspresi seperti menangis, hingga kue beras ketan mendadak ramai dibicarakan dan muncul dalam berbagai bentuk di ruang publik maupun media sosial.

Fenomena viral ini memadukan unsur budaya populer dengan tradisi setempat. Dalam pemberitaan yang beredar, tren-tren tersebut juga dikaitkan dengan kecemasan para pekerja muda menjelang tradisi mudik massal, ketika jutaan pekerja di kota-kota besar kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Kuda yang dimulai pada 17 Februari 2026.

Draco Malfoy sebagai pembawa hoki

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kemunculan Draco Malfoy sebagai semacam maskot Imlek. Wajah aktor Inggris Tom Felton—pemeran Malfoy dalam seri film yang berakhir 15 tahun lalu—terlihat di berbagai media, mulai dari poster, magnet kulkas, hingga spanduk di pusat perbelanjaan di China.

Waralaba Harry Potter memang memiliki basis penggemar besar di China. Di Beijing, misalnya, terdapat atraksi bertema Harry Potter berskala besar di kawasan resor Universal Studios.

Namun, dorongan utama tren Draco Malfoy kali ini disebut berkaitan dengan pelafalan nama marganya dalam bahasa Mandarin, “Ma Er Fu”, yang mengandung karakter untuk “kuda” dan “keberuntungan”. Kombinasi tersebut dianggap sebagai pertanda baik menjelang Tahun Kuda.

Tom Felton, yang kini berusia 38 tahun, turut merespons tren itu dengan membagikan ulang video dekorasi Tahun Baru yang menampilkan wajahnya di Instagram.

Boneka “kuda depresi” dan tekanan generasi muda

Tren lain yang viral adalah boneka kuda dengan ekspresi sedih, yang kerap disebut sebagai crying horses. Boneka ini menjadi ikon tersendiri di kalangan pekerja muda di China.

Tren tersebut disebut bermula dari kesalahan produksi di sebuah pabrik. Boneka yang semestinya dibuat tersenyum justru tampak seperti menangis karena mulutnya dijahit terbalik. Menurut laporan The Guardian, kekeliruan itu terjadi saat pabrik memproduksi boneka untuk merayakan Tahun Kuda.

Boneka berwajah murung itu kemudian populer di tengah generasi muda yang menghadapi tekanan pasar kerja yang kompetitif dan situasi ekonomi yang melambat. Di media sosial Weibo, tagar #cryinghorses dilaporkan meraih lebih dari 100 juta cuitan.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, hampir 20.000 boneka dikirim setiap hari dan pesanan menumpuk hingga Maret. Salah satu pengguna Weibo menggambarkan boneka tersebut sebagai cerminan kondisi pekerja: “Dengan wajah penuh dendam dan keputusasaan, benar-benar mirip karyawan yang membujuk diri sendiri untuk berangkat kerja.”

Sejumlah konsumen bahkan membeli versi boneka yang tersenyum dan yang cemberut sekaligus, untuk mewakili suka dan duka yang diperkirakan akan datang sepanjang tahun baru.