Media sosial tengah diramaikan oleh unggahan warganet yang menampilkan foto blur dengan kesan diambil secara candid. Dalam foto-foto tersebut, sosok di dalamnya tampak tidak siap difoto—ada yang hanya terlihat bagian dahi, wajah, hingga setengah badan.
Unggahan semacam ini kemudian disebut-sebut sebagai “sosok di balik chatbot ChatGPT” yang biasa diajak berkomunikasi. Hasil gambarnya dinilai menyerupai foto untuk “Post a Picture” (PAP), istilah yang merujuk pada permintaan atau pengiriman foto secara real-time ke akun pengguna.
Bagi yang ingin mencoba mengikuti tren tersebut, warganet membagikan contoh perintah (prompt) yang digunakan di akun ChatGPT. Prompt yang beredar meminta chatbot menghasilkan foto bergaya jepretan iPhone yang kasual, tanpa subjek jelas, dengan komposisi yang tidak disengaja dan terkesan sebagai bidikan yang “gagal”.
Berikut prompt yang dibagikan:
Please generate a photo that's like a casual
iPhone snap of you: no clear subject, no deliberate composition, just a very ordinary, even somewhat failed snapshot.
The photo should have a slight motion blur, uneven lighting, mild overexposure, an awkward angle, chaotic framing, and overall convey a 'way too real, offhand snap' vibe, like a selfie accidentally taken when pulling the phone out of your pocket.
Menariknya, hasil yang muncul disebut berbeda-beda pada tiap pengguna. Meski demikian, banyak unggahan menunjukkan foto yang menampilkan wajah berpenampilan bule atau Chinese. Di sisi lain, ada pula pengguna yang mengaku mendapatkan hasil berupa foto hewan.

