BERITA TERKINI
Tren “Date Cancelled” Ramai di Threads, Warganet Ungkap Alasan Batal Kencan hingga Picu Perdebatan

Tren “Date Cancelled” Ramai di Threads, Warganet Ungkap Alasan Batal Kencan hingga Picu Perdebatan

Media sosial, khususnya Threads, belakangan diramaikan tren bertajuk “date cancelled”. Fenomena ini menarik perhatian karena mengangkat pengalaman personal pengguna, namun dikemas sebagai cerita ringan yang mengundang respons luas dari warganet.

Secara harfiah, “date cancelled” berarti pembatalan kencan yang telah direncanakan. Dalam tren yang beredar, pengguna justru berlomba membagikan alasan spesifik mengapa mereka memutuskan membatalkan pertemuan dengan calon pasangan.

Beragam alasan muncul, mulai dari hal yang berkaitan dengan prinsip hingga detail teknis yang dianggap sepele. Sejumlah pemicu yang kerap disebut antara lain ketidakcocokan gaya berkomunikasi atau cara mengetik pesan singkat, kurangnya sopan santun dari lawan bicara, perbedaan hobi dan minat yang terlalu mencolok, serta kebiasaan kecil yang dinilai mengganggu estetika atau kenyamanan pribadi.

Rangkaian cerita tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi dalam berkencan kini ikut dipengaruhi detail-detail yang terlihat selama proses perkenalan di ruang digital. Dalam beberapa unggahan yang menjadi perbincangan, pembatalan kencan diceritakan terjadi hanya karena lawan bicara menyingkat penyebutan merek ponsel tertentu. Ada pula yang mengaku mengurungkan niat bertemu karena kesalahan penggunaan tata bahasa Indonesia, seperti penulisan kata depan yang tidak tepat.

Meski terdengar remeh bagi sebagian orang, banyak pengguna lain mengaku merasa terwakili dan menganggap pengalaman itu “relate”. Hal ini membuat tren “date cancelled” berfungsi sebagai sarana berbagi cerita sekaligus hiburan komedi di ruang publik digital.

Namun, seperti banyak tren internet lain, fenomena ini dinilai berpotensi cepat meredup. Di tengah popularitasnya, mulai muncul kritik dari warganet yang merasa jenuh karena konten serupa terus memenuhi lini masa.

Perkembangan tren yang cepat di media sosial kerap dikaitkan dengan “herd mentality” atau mentalitas kelompok, yakni kondisi ketika individu mengikuti gagasan atau perilaku tertentu karena melihat banyak orang melakukan hal yang sama. Selain itu, interaksi digital seperti notifikasi dan respons terhadap unggahan dapat memicu rasa puas, yang disebut berkaitan dengan pelepasan dopamin.

Di sisi lain, ketika sebuah tren dianggap berlebihan, kejenuhan massal dapat muncul. Salah satu bentuk kritik yang beredar adalah candaan bahwa “date cancelled” terjadi justru karena tren “date cancelled” terlalu sering digunakan, menjadi penanda bahwa fenomena digital memiliki titik jenuh tersendiri.