Tren kecantikan kembali bergeser seiring munculnya gaya riasan baru yang ramai dibicarakan di media sosial, salah satunya anti blush. Berbeda dari tren blush yang menonjolkan rona merah muda pada pipi, anti blush justru menekankan tampilan pipi yang lebih natural dan menyatu dengan warna kulit.
Tren ini disebut muncul setelah sebelumnya ramai istilah blush blindness, yakni kondisi ketika seseorang menggunakan blush terlalu banyak hingga tidak lagi menyadari intensitas warnanya. Pada anti blush, blush tetap digunakan, namun diaplikasikan dengan warna yang lebih lembut sehingga tidak menjadi pusat perhatian dalam keseluruhan riasan.
Kunci utama anti blush terletak pada pemilihan warna yang kalem, netral, dan muted. Warna-warna tersebut membuat rona pipi terlihat seperti bayangan alami pada wajah. Efek akhirnya membuat batas antara blush, contour, dan bronzer tampak lebih samar, sehingga wajah tetap memiliki dimensi tanpa terlihat terlalu merona.
Pilihan warna anti blush dapat disesuaikan dengan warna kulit. Untuk kulit cerah hingga kuning langsat, pilihan seperti pink nude, pink cream, atau lavender dengan hasil lembut dapat digunakan. Sementara untuk kulit sawo matang, warna plum, mauve, cokelat kemerahan, hazelnut, hingga terakota lembut dinilai lebih menyatu dengan kulit.
Dari sisi teknik aplikasi, blush dapat dipusatkan pada bagian tengah pipi lalu dibaurkan ke arah tepi agar hasilnya terlihat natural. Jika warna blush terlalu terang, intensitasnya bisa dikurangi dengan mencampurkan sedikit concealer pada cream blush sebelum diaplikasikan. Dengan pendekatan tersebut, anti blush menjadi pilihan bagi pencinta makeup yang menginginkan rona pipi lembut tanpa tampak mencolok.