Kesibukan bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari kerap membuat orang mengabaikan kebutuhan gizi. Padahal, pola makan seimbang diperlukan agar tubuh memperoleh nutrisi yang mendukung aktivitas harian.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gizi seimbang mencakup beragam zat gizi sesuai kebutuhan tubuh. Penerapannya tidak hanya melihat jenis makanan, tetapi juga jumlah porsi serta jadwal makan yang teratur.
Kemenkes menganjurkan penerapan pola makan seimbang melalui panduan “Isi Piringku”. Dalam panduan ini, setengah piring diisi sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya berisi makanan pokok dan lauk pauk.
Untuk memudahkan penerapan di tengah rutinitas, masyarakat dapat menyusun rencana menu sebelum memulai aktivitas harian. Perencanaan menu membantu menyiapkan bahan makanan sekaligus mengurangi kebiasaan memilih makanan secara terburu-buru.
Menyiapkan bekal dari rumah juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan menu harian. Kemenkes menyarankan bekal berisi makanan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah agar mencakup kelompok pangan yang beragam.
Selain itu, Kemenkes menyebut pilihan makanan pokok dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan ketersediaan pangan setempat. Sumber protein juga perlu hadir dalam menu sehari-hari untuk melengkapi kebutuhan gizi.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyatakan pola makan sehat mencakup konsumsi beragam sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Jenis makanan tersebut membantu melengkapi asupan vitamin, mineral, dan serat.
Di luar pengaturan makanan, kebiasaan minum air putih yang cukup sepanjang hari juga perlu dibangun. Membawa botol minum sendiri dapat membantu mengingat kebutuhan cairan saat bekerja maupun bepergian.