MAKASSAR — Tim Pelaksana PPK Ormawa menggelar program “Baruga Kesehatan Ibu dan Anak” di Desa Beroanging sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting. Kegiatan ini berfokus pada edukasi pola asuh, stimulasi tumbuh kembang anak, serta pelatihan pendampingan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita.
Program tersebut mendapat dukungan dari pemerintah setempat dan sektor kesehatan. Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, S.H., Kepala Puskesmas Barana Nani Sumariyanti, S.Kep., Ns., Ketua TP PKK Desa Beroanging, serta para kader dan warga.
Dalam pemaparannya, Nani Sumariyanti menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan nutrisi yang memadai. Ia menyebut pemenuhan gizi ibu hamil berpengaruh pada pertumbuhan janin, yang kemudian perlu dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu.
“Pemenuhan gizi ibu hamil menentukan pertumbuhan janin. Setelah lahir, pemberian ASI eksklusif, MPASI yang bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu adalah langkah krusial. Peran orang tua adalah garda terdepan dalam menyediakan asupan bergizi dan lingkungan yang bersih,” ujar Nani saat memberikan materi.
Selain materi terkait gizi, Tim Pelaksana PPK Ormawa juga memberikan pendampingan intensif mengenai pola asuh dan stimulasi tumbuh kembang. Pendampingan ini diarahkan untuk membekali orang tua dengan keterampilan memberikan stimulasi sesuai usia anak agar perkembangan fisik dan kognitif berjalan optimal.
Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menyatakan pemerintah desa berkomitmen mendukung rangkaian kegiatan agar manfaatnya dapat berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi bekal penting bagi orang tua. Pemerintah Desa Beroanging berkomitmen mendukung seluruh rangkaian program agar manfaatnya berkelanjutan dan mampu dirasakan langsung oleh masyarakat dalam menciptakan keluarga sehat,” kata Nurdin, Jumat, 10 Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran masyarakat Desa Beroanging terhadap pentingnya pola asuh yang tepat dan gizi seimbang terus meningkat, sehingga pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

