BERITA TERKINI
Tim Pengabdian Universitas Riau Edukasi Gizi dan Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Anak di Lubuk Gaung Dumai

Tim Pengabdian Universitas Riau Edukasi Gizi dan Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Anak di Lubuk Gaung Dumai

Upaya meningkatkan kualitas gizi anak dinilai tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan pangan bergizi. Penerimaan dan kebiasaan konsumsi sejak usia dini juga menjadi faktor penting agar pola makan sehat dapat terbentuk.

Berangkat dari pemikiran tersebut, tim dosen Universitas Riau (Unri) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Kampung Smart Farming dan Smart Fisheries Berbasis Media Pembelajaran” di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, pada 2–4 Juli 2026.

Kegiatan melalui Skema Pengabdian Berbasis Kemitraan dengan pendanaan mandiri Tahun 2026 itu dirangkai dengan sejumlah agenda, salah satunya edukasi gizi bagi anak-anak. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani berkualitas, sekaligus menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Tim pengabdian menjelaskan, secara ilmiah ikan seperti patin, nila, dan lele mengandung protein hewani dengan asam amino esensial lengkap, asam lemak omega-3 dan omega-6, serta berbagai vitamin dan mineral. Kandungan tersebut berperan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pencegahan stunting pada anak. Sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi ikan berkontribusi pada optimalnya tumbuh kembang anak usia sekolah.

Meski demikian, tantangan di lapangan masih ditemukan. Ketersediaan ikan di berbagai daerah dinilai relatif melimpah, tetapi tingkat konsumsi ikan pada anak sekolah dasar masih tergolong rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi sumber daya pangan dan perilaku konsumsi masyarakat.

Berdasarkan pra-survei tim, rendahnya konsumsi ikan pada anak bukan disebabkan keterbatasan pasokan, melainkan lebih dipengaruhi faktor perilaku. Sejumlah anak enggan makan ikan karena menganggap baunya amis, teksturnya kurang disukai, atau khawatir dengan duri. Pengalaman makan yang kurang menyenangkan juga disebut membentuk persepsi negatif terhadap ikan, meski anak-anak sudah mengetahui manfaat gizinya.

Ketua Tim Pengabdian, Prof Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, mengatakan edukasi gizi menjadi langkah penting untuk mengubah cara pandang anak terhadap ikan sebagai makanan sehat dan menyenangkan.

“Kami ingin membangun pemahaman bahwa ikan bukan sekadar sumber protein, tetapi investasi bagi kesehatan dan masa depan anak-anak. Permasalahan yang kami temukan bukan lagi soal ketersediaan ikan, melainkan bagaimana anak-anak mau menerima dan menjadikan ikan sebagai bagian dari kebiasaan makan sehari-hari. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dasar menjadi sangat penting agar perubahan perilaku dapat terbentuk secara berkelanjutan,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian ini juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menempatkan ikan sebagai salah satu sumber protein hewani utama bagi anak sekolah.

Melalui konsep Smart Farming dan Smart Fisheries berbasis media pembelajaran, tim pengabdian berupaya menghadirkan metode edukasi yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan gizi serta mendorong perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih sehat.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen lintas disiplin, yakni Prof Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, Dr Fajriani Ananda SSos, Clara Yolandika SP MSi, Viony Syafitra MPd, Wilasari Arien MPd, dan Andrian Perdana SP MAgr Sc, serta didukung mahasiswa Kukerta Berdampak di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Kolaborasi perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi gizi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal sebagai sumber pangan bergizi bagi generasi mendatang.