BERITA TERKINI
Tiga Produk Lokal Praktis untuk Stok Dapur Usai Lebaran

Tiga Produk Lokal Praktis untuk Stok Dapur Usai Lebaran

Sejumlah keluarga di Indonesia kerap menghadapi situasi asisten rumah tangga (ART) masih berada di kampung halaman setelah Lebaran. Kondisi ini membuat rutinitas dapur yang sebelumnya terbantu selama masa Lebaran kembali harus ditangani sendiri, di tengah aktivitas yang mulai berjalan normal seperti kembali bekerja, membereskan rumah, dan menata ulang ritme harian keluarga.

Dalam masa transisi ini, sejumlah produk makanan praktis menjadi pilihan untuk membantu menyiapkan hidangan dengan lebih cepat. Di balik kepraktisannya, produk-produk tersebut juga dikembangkan oleh pelaku UMKM perempuan yang berinovasi sesuai kebutuhan konsumen sehari-hari.

Berikut tiga produk lokal yang dapat menjadi andalan untuk melengkapi stok dapur usai Lebaran.

1. Abon praktis
Abon menjadi salah satu lauk siap santap ketika waktu memasak terbatas. Bonpy menghadirkan abon khas Lombok dengan cita rasa autentik dan kemasan modern yang memudahkan penyimpanan. Produk ini dapat digunakan sebagai pelengkap nasi, isian roti, hingga taburan untuk berbagai hidangan sederhana. Dengan daya simpan yang relatif panjang dan tanpa perlu pengolahan tambahan, abon dapat menjadi solusi praktis untuk stok dapur harian.

2. Bawang goreng
Bawang goreng kerap digunakan sebagai pelengkap untuk meningkatkan cita rasa makanan. Kukebi menawarkan bawang goreng kemasan dengan tekstur renyah dan aroma kuat yang siap digunakan tanpa perlu menggoreng ulang. Produk asal Garut ini bisa ditaburkan pada nasi, sup, mi instan, hingga lauk sederhana, sehingga membantu mempercepat penyajian tanpa mengorbankan rasa.

3. Snack dan frozen food
Makanan beku menjadi pilihan bagi banyak keluarga ketika kebutuhan dapur harus berjalan cepat dan efisien. Maryam Snack and Frozen, UMKM dari Jakarta, menyediakan beragam camilan dan lauk yang dapat langsung digoreng atau dipanaskan. Dengan daya simpan panjang di freezer, produk frozen memungkinkan keluarga menyiapkan makanan dalam waktu singkat.

Ketiga produk tersebut menunjukkan peran UMKM lokal sebagai bagian dari solusi kebutuhan sehari-hari masyarakat, termasuk pada masa transisi setelah Lebaran. Meski berbasis di luar kota, produk-produk ini disebut tetap dapat dipesan dan dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.