Talas dapat diolah menjadi beragam menu makanan. Namun, bahan pangan ini perlu dipersiapkan dengan tepat karena kerap menimbulkan rasa gatal saat dikonsumsi.
Berdasarkan St. Louis Public Library, talas mentah dapat menyebabkan rasa gatal di mulut karena mengandung kalsium oksalat. Senyawa ini berbentuk seperti jarum halus yang disebut raphides, sehingga memunculkan sensasi menyengat di mulut.
Executive Chef GH Universal Hotel Bandung, Anton Kuswendi, membagikan sejumlah cara sederhana untuk mengolah talas agar tidak menimbulkan rasa gatal. Menurut Anton, ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan getah yang biasanya menjadi penyebab gatal di lidah.
Pertama, talas dapat dijemur, baik dalam kondisi masih utuh maupun setelah dipotong. Kedua, talas direndam dalam air garam selama kurang lebih 30 menit. “Kedua, rendam di air garam kurang lebih 30 menit," kata Anton saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2020). Ketiga, talas direbus sekitar 15 menit.
Sementara itu, mengutip Vegetables.co.nz, disarankan menggunakan sarung tangan dapur saat mempersiapkan talas untuk mengurangi kemungkinan timbulnya rasa gatal pada kulit. Saat mengolah akar talas, bahan perlu dicuci hingga bersih lalu dikupas. Setelah itu, talas dipotong dengan ukuran seragam agar tingkat kematangannya merata.
Apabila yang dimasak adalah daun talas, batangnya perlu dipangkas dan urat daun yang tebal dibuang. Daun talas juga harus dimasak sampai matang untuk menghilangkan racun. Jika direbus, daun talas perlu ditiriskan terlebih dahulu, kemudian direbus kembali dengan air tawar.
Secara umum, talas dapat dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang dalam oven. Namun, talas perlu dimasak hingga benar-benar matang untuk membantu mencegah munculnya rasa gatal pada mulut dan tenggorokan.