Sejumlah camilan tradisional Indonesia masuk dalam daftar Best Street Food Sweets in Indonesia yang dirilis platform panduan kuliner TasteAtlas. Daftar tersebut disusun berdasarkan rating pengguna di platform itu, dengan mekanisme penilaian dari pengguna asli tanpa melibatkan bot.
Berikut delapan jajanan manis khas Indonesia yang masuk daftar, lengkap dengan ratingnya.
1. Pisang goreng (rating 4,4)
Peringkat pertama ditempati pisang goreng, camilan yang juga dikenal sebagai godoh biu di Bali dan gedhang goreng di Jawa. Pisang biasanya digoreng dalam minyak, baik tanpa balutan maupun dilapisi adonan tepung hingga berwarna keemasan. Pisang goreng lazim dijual di gerobak pinggir jalan dan dalam versi modern kerap disajikan dengan taburan gula halus, kayumanis, cokelat leleh, hingga es krim.
2. Odading (rating 4,1)
Jajanan manis dari Jawa Barat ini sempat viral sebagai “roti gembong garut”. Odading dibuat dari adonan berbahan dasar ragi yang diberi gula, susu, dan terkadang telur, lalu dibentuk kotak dan digoreng hingga keemasan. Teksturnya ringan dan mengembang di bagian dalam, dengan kulit luar yang sedikit kenyal serta renyah saat dingin. Odading umumnya dimakan hangat sebagai camilan atau sarapan, ditemani kopi atau teh.
3. Serabi (rating 4,1)
Serabi merupakan pancake tradisional Indonesia yang biasanya dibuat dari tepung beras dan santan. Makanan ini memiliki versi manis dan asin. Untuk versi manis, topping dapat berupa gula, pisang, kacang tumbuk, nangka, hingga meses cokelat. Sementara versi asin ada yang diberi abon dan tumis oncom. Serabi dapat ditemukan di seluruh Jawa, namun identik dengan Bandung dan Solo, serta kerap disajikan bersama sirup kinca berbahan gula merah, durian, atau stroberi.
4. Kue putu (rating 3,9)
Kue putu adalah kue kukus yang sering dijajakan pedagang keliling. Jajanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang diberi warna dan aroma daun pandan. Adonannya dikukus secara tradisional di dalam bambu dengan isian gula aren di bagian tengah. Saat matang, kue putu dikenal lumer di mulut dan biasanya ditaburi kelapa parut segar. Jajanan ini juga disebut populer di Malaysia dan Filipina.
5. Kue ape (rating 3,7)
Kue ape merupakan jajanan legendaris dari Jakarta yang kerap disebut perpaduan pancake dan crepe. Bagian tengahnya tebal, empuk, dan lembut, dengan pinggiran tipis yang renyah. Kue ini dibuat dari tepung beras, tepung terigu, gula, santan, serta ekstrak daun pandan yang memberi warna hijau pucat.
6. Getuk (rating 3,6)
Getuk adalah camilan tradisional dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dibuat dari singkong rebus yang dihaluskan, diberi pemanis, lalu dibentuk. Salah satu yang paling dikenal ialah Getuk Lindri dengan warna-warna pastel seperti pink, hijau, dan kuning. Ada pula Getuk Uli yang dicampur ketan dan santan sehingga teksturnya lebih padat dan kenyal. Getuk biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan dinikmati sebagai jajanan sore.
7. Nagasari (rating 3,6)
Nagasari merupakan kue basah kukus berbahan tepung beras, santan, dan gula, dengan isian pisang raja. Kue ini dibungkus daun pisang sebelum dikukus, menghasilkan tekstur lembut dan sedikit kenyal dengan rasa manis beraroma daun pisang. Nagasari termasuk jajanan pasar yang kerap hadir di acara hajatan serta dijumpai di pasar tradisional di Jawa dan Sumatera.
8. Laklak (rating 3,3)
Laklak berada di urutan terakhir. Kue bulat kecil khas Bali ini dibuat dari adonan tepung beras dan santan, umumnya berwarna hijau dari pandan, lalu disajikan dengan kelapa parut serta siraman gula aren cair. Laklak dimasak di atas wajan tanah liat khusus mirip serabi, menghasilkan tekstur empuk sedikit kenyal dengan permukaan berpori yang menyerap sirup manis. Jajanan ini mudah ditemukan di pasar tradisional Bali dan kerap menjadi bagian dari sesajen.