Situs ensiklopedia kuliner Taste Atlas memperbarui daftar peringkat jajanan jalanan (street food) terbaik di dunia pada 15 April 2026. Dalam pembaruan tersebut, sate kambing dari Indonesia masuk jajaran lima besar, tepatnya menempati posisi ketiga.
Taste Atlas merupakan ensiklopedia kuliner yang memuat beragam hidangan, rasa, bahan, bumbu, serta informasi seputar makanan dari berbagai negara. Peringkat street food ini disusun berdasarkan penilaian audiens Taste Atlas, dengan mekanisme yang mengidentifikasi pengguna asli dan mengabaikan penilaian dari bot serta penilaian yang bersifat nasionalis atau patriotik lokal.
Hingga 15 April 2026, Taste Atlas mencatat 91.624 penilaian. Dari jumlah tersebut, 58.494 penilaian diakui sistem sebagai penilaian sah.
Selain sate kambing, sejumlah makanan Indonesia lainnya juga masuk 25 besar street food terbaik dunia versi Taste Atlas. Siomay berada di peringkat ke-19, disusul batagor di posisi ke-20, dan sate Padang dari Sumatera Barat di peringkat ke-21.
Dalam daftar lima besar, karantika dari Aljazair menempati peringkat pertama, diikuti kontosouvli dari Yunani di posisi kedua. Sate kambing dari Indonesia berada di urutan ketiga, sementara quesabirria dari Meksiko menempati peringkat keempat. Posisi kelima diisi taameya dari Mesir.
Berikut lima street food terbaik di dunia versi Taste Atlas:
1. Karantika (Aljazair)
Karantika disebut menonjol karena kesederhanaannya, namun tetap memiliki rasa yang kaya dan menenangkan. Hidangan ini dibuat dari adonan halus berbahan tepung kacang arab, air, minyak, garam, merica, dan telur. Adonan dipanggang hingga bagian atasnya keemasan dan sedikit renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut menyerupai puding. Beberapa variasi menambahkan sejumput jintan atau sedikit cabai. Setelah matang, karantika biasanya dipotong besar berbentuk persegi atau segitiga dan kerap disajikan dengan selembar roti renyah.
2. Kontosouvli (Yunani)
Kontosouvli merupakan hidangan tradisional Yunani dari potongan besar daging babi yang direndam bumbu dan rempah. Daging kemudian ditusuk dan dimasak perlahan di atas pemanggang putar, mirip gyro atau souvlaki. Bumbu rendamannya umumnya memadukan bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, air jeruk lemon, dan anggur merah. Setelah dipanggang di atas api terbuka, kontosouvli biasanya disajikan dalam irisan tebal, sering ditemani roti pita, saus tzatziki, dan salad horiatiki.
3. Sate kambing (Indonesia)
Sate kambing adalah salah satu jenis sate tradisional yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utama. Daging dipotong kotak atau dadu, lalu direndam dalam campuran bumbu seperti kecap manis, lengkuas, bawang merah halus, dan cabai. Setelah direndam, daging ditusuk pada tusuk sate yang lebih besar dan tebal dibandingkan tusuk sate ayam, menyesuaikan tekstur serta ketebalan daging kambing atau domba yang lebih keras. Sate kemudian dipanggang dan disajikan dengan pilihan saus, seperti kecap manis, saus kacang, atau saus cabai yang dibuat dari bawang merah, cabai rawit, dan kecap manis.
4. Quesabirria (Meksiko)
Quesabirria, atau birria tacos, dikenal sebagai street food populer di Meksiko yang memadukan birria (semur daging tradisional) dan quesadilla. Hidangan ini umumnya berupa tortilla besar berisi daging yang dimasak ala birria—biasanya daging sapi—serta keju leleh dalam porsi melimpah. Tortilla dimasak di atas kompor hingga keju meleleh dan bagian luar menjadi renyah. Quesabirria lazim disajikan bersama kuah atau consome, yang digunakan untuk mencelupkan quesabirria agar menambah dimensi rasa.
5. Taameya (Mesir)
Taameya adalah gorengan khas Mesir yang menggunakan kacang fava sebagai pengganti kacang buncis. Campuran kacang fava dibumbui dengan daun bawang, bawang bombay, ketumbar segar, peterseli, dan jintan, lalu biasanya dilapisi biji wijen sebelum digoreng. Taameya disebut memiliki tekstur lebih ringan, lebih empuk, dan lebih lembap dibandingkan falafel jenis lain karena penggunaan kacang fava. Makanan ini dapat dinikmati sepanjang tahun dan umum dijumpai sebagai jajanan jalanan di Mesir, serta sangat populer selama bulan Ramadhan.