BERITA TERKINI
SPPG Dapur Aruna Panjatan Gelar Rembuk Tani untuk Perkuat Pasokan Bahan Pangan Program MBG

SPPG Dapur Aruna Panjatan Gelar Rembuk Tani untuk Perkuat Pasokan Bahan Pangan Program MBG

KARANGANYAR, KEBUMEN — Sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani lokal, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkuat melalui kegiatan Rembuk Tani. Forum musyawarah ini diharapkan menjadi penghubung antara kelompok tani dan dapur penyedia makanan MBG, khususnya dalam pemenuhan pasokan bahan pangan.

SPPG Dapur Aruna Panjatan, Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menggelar Rembuk Tani pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan RT 03 RW 05 Kelurahan Plarangan dengan tema “Sinergi SPPG, Petani dan Stakeholder untuk rantai MBG Berkelanjutan di Karanganyar”.

Rembuk Tani dihadiri Lurah Plarangan Syaiful Bahri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Pertanian Karanganyar, kelompok tani, serta LPMK Plarangan.

Kepala SPPG Dapur Aruna Panjatan, Raihan Muhammad Rifqi Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun strategi agar kelompok tani dapat berperan sebagai pemasok kebutuhan bahan makanan bagi program MBG.

Dalam pertemuan tersebut, Rifqi menilai potensi pertanian desa, terutama komoditas sayur-mayur, cukup menjanjikan untuk mendukung kebutuhan pasokan MBG. Ia berharap forum ini dapat menampung solusi dan aspirasi petani agar rantai pasok MBG berjalan berkelanjutan.

“Melalui acara ini, solusi dan aspirasi para petani dalam rantai MBG yang berkelanjutan bisa tersampaikan sehingga hasil panen masyarakat seperti sayuran, beras, telur, hingga daging dapat langsung diserap oleh SPPG dengan harga yang lebih stabil dan adil,” kata Rifqi kepada wartawan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mekanisme kerja sama dengan pengelola MBG dapat terjalin, serta sinergi antara pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani semakin kuat. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat kemandirian pangan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penyelenggara menyebut kegiatan berlangsung lancar dalam suasana kebersamaan. Pemerintah desa berharap langkah awal ini dapat segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata sehingga desa mampu menjadi pemasok bahan pangan yang mandiri dan berdaya saing.